Gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Terbuka untuk Umum

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Dok. Kementerian Agama.

Gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Terbuka untuk Umum

Achmad Zulfikar Fazli • 29 July 2026 23:43

Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, terbuka untuk umum. Dia mengajak masyarakat turut meramaikan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam menyambut HUT ke-81 RI tersebut.

“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas pada Sabtu, 1 Agustus 2026,” ujar Menag di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026.

Kegiatan ini akan berlangsung pada pukul 17.00–21.30 WIB. Masyarakat dapat mulai memasuki kawasan acara sejak pukul 15.00 WIB melalui security door yang disediakan di sisi utara dan selatan Monas.

Bagi peserta yang belum dapat masuk ke area utama, tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian acara melalui layar LED yang tersebar di area luar.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan Zikir dan Doa Kebangsaan diisi dengan panduan suara, khataman Al-Qur'an, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, Selawat Kebangsaan bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf, pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zian Fahrezi, serta doa bersama lintas agama untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Tersedia pula ratusan toilet, serta area wudu dengan sekitar 1.000-1.500 keran untuk kenyamanan seluruh hadirin,” kata Kamaruddin.


Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin. Dok. Kemenag

Masyarakat dianjurkan mengenakan pakaian berwarna putih, membawa perlengkapan salat yang praktis, serta tidak membawa barang bawaan terlalu banyak.

Peserta juga diimbau tidak membawa bayi atau anak balita, serta dilarang membawa benda tajam, senjata api, petasan, maupun barang-barang berbahaya lainnya ke area kegiatan.

Doa lintas agama akan dipimpin tokoh agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

“Doa adalah kekuatan spiritual yang menyertai setiap ikhtiar bangsa. Melalui zikir dan doa bersama lintas agama ini, kita memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia senantiasa dimudahkan dalam mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” Kamaruddin.

Kementerian Agama berharap Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam menyambut Bulan Kemerdekaan RI. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat persaudaraan lintas umat beragama serta semangat gotong royong dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

(Achmad Zulfikar Fazli)