Ilustrasi freepik
Bolehkah Puasa Senin Kamis Tanpa Sahur? Ini Hukumnya Menurut Islam
Putri Purnama Sari • 29 July 2026 05:03
Jakarta: Puasa Senin Kamis merupakan salah satu puasa sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan, mulai dari menjadi waktu diangkatnya amal hingga dibukanya pintu-pintu surga.
Anjuran menjalankan puasa Senin Kamis dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA:

Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada hari Senin dan Kamis." (HR Tirmidzi No. 745, disahihkan Al-Albani).
Meski demikian, tidak sedikit umat Islam yang terkadang menjalankan puasa Senin Kamis tanpa sempat sahur karena bangun kesiangan atau alasan lainnya. Lantas, apakah puasa Senin Kamis tanpa sahur tetap sah? Berikut penjelasannya.
Hukum Puasa Senin Kamis Tanpa Sahur
Mayoritas ulama berpendapat bahwa puasa Senin Kamis tanpa sahur tetap sah. Sebab, sahur bukan termasuk rukun maupun syarat sah puasa. Meski tidak wajib, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk makan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Artinya: "Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur terdapat keberkahan." (HR Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadis diatas, seseorang yang telah berniat berpuasa sejak malam hari tetap boleh melaksanakan puasa meski tidak sempat makan sahur.
Niat Puasa Senin Kamis
Niat Puasa Senin
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Kamis

Nawaitu shauma yaumil khamisi lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa Senin Kamis
1. Amal Diangkat kepada Allah SWTHari Senin dan Kamis merupakan waktu diangkatnya amal manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: "Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis. Aku ingin amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa." (HR Tirmidzi).
2. Pintu Surga Dibuka
Hari Senin dan Kamis juga menjadi waktu dibukanya pintu-pintu surga serta diampuninya dosa orang-orang yang tidak menyekutukan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: "Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah akan diampuni dosanya, kecuali orang yang masih bermusuhan dengan saudaranya." (HR Muslim).
3. Hari Kelahiran Rasulullah SAW
Hari Senin juga memiliki keistimewaan karena merupakan hari kelahiran Rasulullah SAW sekaligus hari pertama beliau menerima wahyu. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: "Itulah hari ketika aku dilahirkan dan hari ketika wahyu diturunkan kepadaku." (HR Muslim No. 1162).
Menurut sejarawan Safyurrahman Al-Mubarakfuri dalam kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum, Rasulullah SAW lahir pada hari Senin, 9 Rabiulawal. Sementara itu, sejumlah riwayat sejarah juga menyebutkan beliau wafat pada hari Senin, 12 Rabiulawal 11 Hijriah.
(Khairunissa Auliya)