Asmaul Husna: Al-Bashir, Sifat Allah yang Maha Melihat

Ustaz Denis Lim menyampaikan pembahasan tentang sifat Allah Al-Bashir dalam program Asmaul Husna di Metro TV. (Foto: Dok. Metro TV)

Asmaul Husna: Al-Bashir, Sifat Allah yang Maha Melihat

Patrick Pinaria • 28 February 2026 21:31

Jakarta: Di tengah kekhawatiran ketika merasa dibohongi atau dizalimi tanpa bukti, keyakinan pada sifat Allah SWT, Al-Bashir, menjadi penenang. Pembahasan tentang Al-Bashir, sifat Allah yang Maha Melihat, menegaskan bahwa tidak ada satu pun kebohongan yang luput dari pengawasan-Nya.

Hal tersebut dibahas oleh Ustaz Denis Lim dalam tayangan program Asmaul Husna di Metro TV, 24 Februari 2026. Ia menegaskan, "Allah maha melihat segala sesuatu."

Sifat Al-Bashir menjadi sumber ketenangan ketika seseorang menghadapi persoalan hidup, termasuk saat merasa dibohongi atau dizalimi tanpa memiliki bukti. Keyakinan bahwa Allah Maha Melihat membuat seorang hamba tidak perlu gelisah berlebihan, karena kebenaran sepenuhnya berada dalam pengetahuan-Nya.

Ia menjelaskan, jika ada kebohongan yang belum terungkap, bukan berarti pelakunya pandai menyembunyikan fakta.

"Kalau Allah sudah pengin buka, mau dia pakai nomor palsu, mau dia pakai taktik apa, strategi apa, terletak di belahan bumi jauh sebelah mana, semuanya buminya Allah tetap ketahuan," ujarnya.

Dengan demikian, tidak ada ruang untuk merasa aman dari pengawasan Allah. Pembahasan ini juga merujuk pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 233 yang menegaskan bahwa Allah Maha Melihat apa yang dikerjakan manusia. Sifat Al-Bashir bukan hanya menjadi penghibur bagi yang dizalimi, tetapi juga peringatan keras bagi yang menzalimi.

Istri Ustaz Denis Lim, Yunda Pratiwi, turut bicara tentang Al-Bashir ini. Ia menjelaskan bahwa yang lebih berbahaya bukanlah menjadi korban, melainkan pelaku kezaliman. 

"Yang lebih bahaya menzolimi. Karena apa? Karena Allah Al-Bashir. Allah maha melihat," katanya.
 


Ia menambahkan bahwa siapa pun yang melakukan kezaliman tidak akan bisa luput dari pandangan Allah, meskipun berusaha menutupinya dengan berbagai cara.

Selain itu, pembahasan Al-Bashir juga diarahkan pada pentingnya meluruskan niat dalam setiap amalan. Ustaz Dennis Lim mengingatkan agar tidak beribadah atau bersedekah demi pencitraan. 

"Enggak bisa akting di hadapan Allah," ucap Ustaz Dennis. 

Allah tidak hanya melihat perbuatan lahiriah, tetapi juga mengetahui niat terdalam setiap hamba.

Jika diibaratkan niat sebagai alamat tujuan dan alamatnya salah, maka sebesar apa pun usaha yang dilakukan tidak akan sampai. Sebaliknya, amalan yang sederhana namun dilakukan dengan ikhlas dapat bernilai besar di sisi Allah.

Bahkan, amalan kecil yang dilakukan tanpa diketahui manusia, tetapi benar-benar diniatkan karena Allah, dapat lebih besar pahalanya dibanding amalan besar yang disertai niat yang keliru.

Yunda juga mengingatkan bahwa keikhlasan menjadi kunci dalam setiap perbuatan. “Tidak ada amalan yang kecil jika didasari dengan niat yang benar,” ujarnya.

Niat yang benar, lanjutnya, adalah niat yang ikhlas hanya karena Allah, baik dalam melakukan kebaikan, meninggalkan keburukan, maupun dalam bersabar.

Melalui pembahasan sifat Al-Bashir, program ini menegaskan bahwa manusia tidak dapat berpura-pura di hadapan Allah. Setiap tindakan dan niat berada dalam pengawasan-Nya. Dengan menjaga keikhlasan dan kesadaran bahwa Allah Maha Melihat, seorang hamba dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan berhati-hati dalam setiap langkahnya.


                                                       

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)