Bandung Resmi Jadi Tuan Rumah Pekan Paralimpik Daerah

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan

Bandung Resmi Jadi Tuan Rumah Pekan Paralimpik Daerah

Roni Kurniawan • 3 March 2026 13:57

Bandung: Kota Bandung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026. Pemerintah Kota Bandung menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan ajang olahraga bagi atlet disabilitas tersebut.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan secara pribadi maupun kelembagaan, Pemkot Bandung menyambut penyelenggaraan Peparda dengan terbuka. Farhan mengaku memiliki kedekatan dengan dunia paralimpik sejak terlibat dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) pada ajang sebelumnya.

"Paralimpik itu sangat penting. Ini event yang punya nilai tersendiri, bukan hanya soal olahraga, tapi juga tentang perjuangan dan inspirasi," kata Farhan di Bandung, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut Farhan, terdapat dua alasan utama yang membuat Peparda VII bernilai strategis bagi Kota Bandung. Pertama nilai sportivitas sekaligus kisah kemanusiaan dari para atlet disabilitas. Kedua momentum memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi utama wisata olahraga pada 2026.

"Kami mencanangkan 2026 sebagai tahun Kota Bandung menjadi destinasi utama wisata olahraga. Jadi secara sosial, olahraga, dan ekonomi, dampaknya sangat besar bagi kami," jelas Farhan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)


Farhan menekankan kesuksesan harus diraih dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi. Farhan meminta Dispora, NPCI, serta seluruh pemangku kepentingan mengawal persiapan teknis, dukungan politik, hingga pengelolaan anggaran secara transparan.

"Bandung siap mendukung 100 persen. Penyelenggaraan harus sukses dan prestasi juga harus sukses," ungkap Farhan.

Selain kompetisi, Farhan menyoroti pentingnya menghadirkan pengalaman kota yang inklusif bagi para peserta. Farhan menuturkan, sejumlah ruang publik di Kota Bandung kini semakin ramah disabilitas, seperti kawasan Taman Lalu Lintas dan Alun-alun Kota Bandung.

"Kita ingin kontingen dari 26 kabupaten/kota bukan hanya bertanding, tetapi juga merasakan bahwa Bandung adalah kota yang ramah disabilitas," ujar Farhan.

Sementara Kepala Dispora Jawa Barat Hery Antasari menyerahkan secara simbolis surat keputusan gubernur tentang penetapan Kota Bandung sebagai tuan rumah Peparda VII 2026.

Hery menjelaskan penyelenggaraan multievent olahraga saat ini mengedepankan prinsip efisiensi dan kolaborasi. NPCI dan pemerintah daerah didorong berinovasi dalam pembiayaan di luar APBD, termasuk membuka peluang sponsor sesuai regulasi.

"Prestasi harus tetap dijaga dan penyelenggaraan harus berkualitas di tengah berbagai tantangan," kata Hery.

Sebanyak 17 cabang olahraga akan dipertandingkan dengan memanfaatkan sejumlah venue di Kota Bandung dan sekitarnya. Atletik digelar di Stadion Arcamanik. Catur dan anggar berlangsung di Hotel Horison, sementara angkat berat dan boccia di Hotel Grand Pasundan.

Renang akan menggunakan Kolam Renang UPI Bandung. Judo berlangsung di Laga Satria Arcamanik, sedangkan taekwondo dan goalball di Laga Tangkas Arcamanik. Tenis meja dijadwalkan di Youth Centre Arcamanik.

Tenis kursi roda digelar di Lapang Tenis Taman Maluku. Voli duduk dipusatkan di GOR Pajajaran, tenpin bowling di Siliwangi Bowling Centre, dan panahan di Lapang Softball Arcamanik.

Adapun cabang menembak berlangsung di GOR Menembak Lodaya, balap sepeda di Velodrome Cimahi, serta bulutangkis di GOR Lodaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)