Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 600 meter di atas puncak dan abu vulkanik mengarah ke timur laut pada Selasa (6/1/2026). ANTARA/HO-PVMBG
Status Siaga! Gunung Semeru Luncurkan Kolom Abu Hingga 600 Meter di Atas Puncak
Whisnu Mardiansyah • 6 January 2026 11:10
Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik ke arah Timur Laut pada Selasa pagi, 6 Januari 2026. Berdasarkan data petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami tiga kali erupsi dalam kurun waktu kurang dari satu jam, dimulai pukul 08.07 WIB.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.07 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang seperti dilansir Antara, Selasa, 6 Januari 2026.
Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 08.21 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 mdpl.
“Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut,” katanya.
Selang tiga menit kemudian, gunung api aktif itu kembali erupsi pada pukul 08.24 WIB. Untuk erupsi ketiga ini, tinggi kolom erupsi tidak teramati oleh petugas. Liswanto menegaskan Gunung Semeru berada pada status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.
“Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi),” ujarnya.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 900 meter di atas puncak pada Rabu pagi, 31 Desember 2025. ANTARA/HO-PVMBG
Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” jelas Liswanto.
PVMBG juga mengimbau warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Sungai yang perlu diwaspadai terutama meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga mengancam sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.