Waspada Super Flu, Dinkes Demak Imbau Warga Terapkan PHBS

Ilustrasi pencegahan penyakit menular. Foto: Istimewa.

Waspada Super Flu, Dinkes Demak Imbau Warga Terapkan PHBS

Rhobi Shani • 8 January 2026 15:51

Demak: Dinas Kesehatan Kabupaten Demak memastikan masyarakat tidak perlu panik terkait kasus infeksi virus influenza A(H3N2) subclade K alilas super flu yang kini tengah ramai. Tapi, masyarakat diminta tetap waspada dan konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.

“Varian ini termasuk dalam influenza A H3N2 yang sudah lama ada dan terus dipantau melalui sistem surveilans global seperti WHO,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dr. Ali Maimun, saat dikonfirmasi, Kamis, 8 Januari 2026.

Secara klinis, kata dia, super flu menunjukkan gejala yang hampir sama dengan flu musiman. Gejala yang muncul meliputi demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta tubuh terasa lemas. Gejala umumnya muncul secara bertahap beberapa hari setelah terpapar virus.

“Dokter tidak bisa membedakan varian super flu hanya dari gejala fisik karena sangat mirip dengan flu biasa,” jelasnya.

Virus. Foto: Ilustrasi Medcom.id

Virus influenza menyebar terutama melalui percikan udara atau droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui permukaan benda yang terkontaminasi virus, kemudian tersentuh tangan dan masuk ke hidung, mulut, atau mata.

Kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi atau mengalami komplikasi serius antara lain balita, lanjut usia, penderita penyakit kronis, serta individu dengan gangguan sistem imun.

Meski kondisi masih terkendali, Kementerian Kesehatan tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan melalui langkah pencegahan. Salah satunya dengan melakukan imunisasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta, guna menurunkan risiko sakit berat dan rawat inap.

Selain vaksinasi, masyarakat juga diminta disiplin menerapkan PHBS, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat sakit, menghindari menyentuh wajah dengan tangan kotor, serta menjaga pola istirahat dan asupan gizi seimbang.

“Jika sedang demam atau batuk, sebaiknya tinggal di rumah dan menghindari kerumunan sampai kondisi membaik untuk mencegah penularan,” pesan dia.

Masyarakat juga diimbau segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang memberat, seperti sesak napas atau tanda-tanda pneumonia. Ali menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus superflu di Kabupaten Demak. Namun, kewaspadaan tetap perlu dijaga agar potensi penularan dapat dicegah sejak dini.

“Di Demak Alhamdulillah belum ada kasus, namun kewaspadaan tetap perlu dijaga agar penularan dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)