PM Jepang Takaichi Wacanakan Pembubaran Parlemen dan Pemilu Lebih Cepat

PM Jepang Sanae Takaichi. (Anadolu Agency)

PM Jepang Takaichi Wacanakan Pembubaran Parlemen dan Pemilu Lebih Cepat

Willy Haryono • 11 January 2026 18:52

Tokyo: Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi disebut tengah mempertimbangkan penyelenggaraan pemilihan umum dini, dua tahun lebih cepat dari jadwal semula, di tengah tingkat kepuasan publik terhadap kabinet yang dinilai tinggi.

Dilansir dari Anadolu Agency, Minggu, 11 Januari 2026, Takaichi dikabarkan menyampaikan kepada seorang pejabat Partai Demokrat Liberal bahwa ia mempertimbangkan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (majelis rendah) pada awal masa sidang parlemen reguler yang dijadwalkan dimulai pada 23 Januari.

Takaichi, 64 tahun, terpilih sebagai perdana menteri ke-104 Jepang pada Oktober tahun lalu.

Partai Demokrat Liberal yang dipimpinnya, berkoalisi dengan Partai Inovasi Jepang, saat ini memegang mayoritas tipis di majelis rendah parlemen berkamar dua dengan total 465 kursi. Namun, koalisi tersebut masih berada dalam posisi minoritas di majelis tinggi yang beranggotakan 225 kursi.

Jadwal Kampanye dan Persiapan Pemilu

Apabila Takaichi memutuskan menggelar pemilu dini, masa kampanye resmi disebut dapat dimulai pada 27 Januari atau 3 Februari, dengan hari pemungutan suara diperkirakan berlangsung pada 8 Februari atau 15 Februari.

Majelis rendah parlemen Jepang, yang secara lokal dikenal sebagai Diet, terakhir dipilih pada Oktober 2024. Sesuai ketentuan, pemilu berikutnya semula dijadwalkan paling lambat pada Oktober 2028.

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang disebut telah menginstruksikan dewan pemilihan di setiap prefektur untuk bersiap menghadapi kemungkinan pemilu nasional. Sementara itu, sebuah survei menunjukkan sekitar 703 orang saat ini tengah mempersiapkan diri untuk maju sebagai kandidat dalam pemilu mendatang.

Dari total 465 kursi majelis rendah, sebanyak 289 kursi diperebutkan melalui daerah pemilihan satu kursi, sementara 176 kursi dialokasikan melalui sistem perwakilan proporsional.

Baca juga:  PM Jepang Serukan Dialog dengan Tiongkok di Pidato Awal Tahun 2026

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)