Sejumlah Perwira Malaysia Terancam Sanksi Displin Terkait Skandal Markas Militer

Iring-iringan sekelompok personel militer Malaysia. (Anadolu Agency)

Sejumlah Perwira Malaysia Terancam Sanksi Displin Terkait Skandal Markas Militer

Willy Haryono • 12 January 2026 16:01

Kuala Lumpur: Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) mengonfirmasi keterlibatan 20 perwiranya dalam aktivitas tidak bermoral berdasarkan hasil investigasi awal terkait skandal yang mencuat di lingkungan markas militer. Kepala RMAF Muhammad Norazlan Aris menegaskan seluruh personel yang terlibat akan diproses sesuai hukum dan peraturan militer yang berlaku.

Penyelidikan internal dilakukan setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan aktivitas hiburan tidak pantas serta keberadaan bar minuman keras di dalam kawasan militer. Salah satu lokasi yang disebut-sebut netizen adalah Pangkalan Udara Subang. Fenomena tersebut oleh warganet dijuluki sebagai “budaya yeye” atau budaya hura-hura di kalangan perwira.

Jenderal Norazlan menyatakan penyesalan mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan tidak akan ada kompromi terhadap pelanggaran disiplin. Selain 20 perwira yang diduga terlibat langsung, pimpinan RMAF juga akan menindak atasan yang dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan di pangkalan.

“RMAF memandang serius setiap pelanggaran perintah dan peraturan. Tindakan tegas akan diambil tanpa kompromi,” ujar Norazlan dalam pernyataan resmi yang dikutip Channel News Asia, Senin, 12 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa perilaku tidak bermoral tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai dan etos Angkatan Udara Malaysia.

Skandal ini mencuat setelah video viral memperlihatkan sejumlah pria berseragam tengah bersantai di sebuah bar, termasuk cuplikan perilaku tidak senonoh antara seorang pria dan perempuan di lokasi tersebut.

Menyusul kegaduhan publik, Kementerian Pertahanan Malaysia telah menginstruksikan Angkatan Bersenjata Malaysia untuk melakukan penyelidikan menyeluruh sejak 5 Januari.

Hingga kini, proses hukum dan disipliner terhadap ke-20 perwira tersebut masih berjalan. Otoritas militer menegaskan akan menjatuhkan sanksi berat kepada pihak-pihak yang terbukti bersalah, guna menjaga disiplin, profesionalisme, dan integritas institusi pertahanan negara. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Panglima TNI dan Panglima Tentara Malaysia Perkuat Kerja Sama Militer

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)