AS Ancam Ambil Langkah Jika Keamanan Greenland Diabaikan Eropa

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance. Foto: EFE

AS Ancam Ambil Langkah Jika Keamanan Greenland Diabaikan Eropa

Muhammad Reyhansyah • 9 January 2026 15:31

Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance pada Kamis, 8 Januari 2026 mendesak negara-negara Eropa untuk menaruh perhatian lebih serius terhadap keamanan Greenland. Vance memperingatkan bahwa Washington akan mengambil langkah sendiri jika kawasan tersebut tidak ditangani secara memadai.

“Apa yang kami minta dari sahabat-sahabat Eropa kami adalah agar mereka menanggapi keamanan wilayah itu dengan lebih serius, karena jika tidak, Amerika Serikat harus melakukan sesuatu,” ujar Vance kepada para jurnalis, seperti dikutip Anadolu, Jumat, 9 Januari 2026.

Vance tidak merinci bentuk tindakan yang dimaksud, dengan mengatakan keputusan tersebut akan berada di tangan Presiden AS Donald Trump, sementara komunikasi diplomatik dengan mitra-mitra Eropa masih terus berlangsung.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mengatakan pada Rabu bahwa ia akan bertemu dengan pejabat Denmark pekan depan setelah Kopenhagen mengajukan permintaan pembicaraan. Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen menyambut rencana tersebut dan menyebut pertemuan itu sebagai “kabar yang sangat baik.”

Vance menegaskan arti strategis Greenland, dengan menyatakan wilayah tersebut penting tidak hanya bagi sistem pertahanan rudal Amerika Serikat, tetapi juga bagi keamanan global secara lebih luas. Ia juga memperingatkan bahwa “lawan-lawan yang bermusuhan” telah menunjukkan ketertarikan besar terhadap kawasan tersebut.

“Saran saya kepada para pemimpin Eropa dan siapa pun adalah untuk menanggapi Presiden Amerika Serikat dengan serius,” kata Vance.

Trump Tegaskan AS Harus Memiliki Greenland

Presiden Donald Trump secara terpisah menegaskan bahwa Amerika Serikat harus memiliki Greenland secara langsung, bukan melalui skema alternatif seperti sewa atau perjanjian.

“Kepemilikan itu sangat penting. Karena menurut saya secara psikologis itulah yang dibutuhkan untuk keberhasilan,” kata Trump dalam wawancara dengan The New York Times.

Trump menjelaskan bahwa kepemilikan atas wilayah Arktik tersebut memberikan keuntungan yang tidak bisa diperoleh hanya melalui dokumen perjanjian, seraya menyebut ada unsur-unsur strategis yang tidak dapat digantikan oleh kontrak sewa atau traktat.

Saat ditanya apakah prioritasnya adalah mengakuisisi Greenland atau mempertahankan NATO, Trump tidak memberikan jawaban langsung, namun mengakui situasi tersebut “mungkin menjadi sebuah pilihan.”

Ia juga menyatakan pada Rabu bahwa aliansi transatlantik pada dasarnya tidak memiliki nilai tanpa keterlibatan Amerika Serikat, dengan mengklaim bahwa Rusia dan Tiongkok hanya menghormati NATO karena kepemimpinannya.

Trump kembali menghidupkan upaya untuk memperoleh Greenland dari Denmark dengan alasan perlunya mengimbangi pengaruh Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa semua opsi masih terbuka, sementara Rubio mengatakan kepada para legislator bahwa Trump memang berniat membeli wilayah tersebut dan tidak merencanakan invasi militer dalam waktu dekat.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen sebelumnya meminta Trump untuk “menghentikan ancaman.” Greenland, yang merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, secara berulang menolak berbagai usulan yang mengarah pada pemindahan kedaulatan kepada Amerika Serikat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)