Ditjen Pesantren Akselerasi Sejumlah Program Kerja Prioritas

Dirjen Pesantren Kemenag Basnang Said. Dok Kemenag

Ditjen Pesantren Akselerasi Sejumlah Program Kerja Prioritas

Arga Sumantri • 3 October 2026 21:12

Jakarta: Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), Basnang Said, meminta seluruh jajarannya di pusat dan daerah menjalankan tugas dengan baik dalam 100 hari ke depan. Arahan itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Direktorat Jenderal Pesantren dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) di Jawa Timur.

"Harapan kita, dalam 100 hari ke depan seluruh tugas dapat dijalankan dengan baik," ujar Basnang dalam keterangan tertulis, Sabtu, 3 Oktober 2026. 

Ia menyebut harapan terhadap Ditjen Pesantren sangat besar. Hal itu, menurutnya, terlihat dari kehadiran seluruh pejabat eselon I Kemenag pada pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN). 

Ditjen Pesantren pun perlu menunjukkan capaian yang sesuai dengan ekspektasi publik. Salah satunya adalah mewujudkan pesantren dengan lebih dari 1.000 santri sebagai satuan pendidikan pesantren unggulan, selaras dengan program prioritas Kabinet Merah Putih.

Basnang menjelaskan anggaran Ditjen Pesantren saat ini masih berada di bawah Ditjen Pendidikan Islam. Ia meminta Sekretaris Ditjen Pesantren bekerja keras mengupayakan anggaran tersendiri. Setiap unit eselon II juga diminta mendesain program sesuai bidangnya, termasuk melanjutkan program beasiswa yang sudah ada seperti PBSB.

"Sebagian program akan dikelola di pusat, sebagian lagi dilaksanakan di daerah. Dengan komitmen bersama, seluruh program dapat dijalankan jika anggaran telah tersedia di Ditjen Pesantren," kata dia.

Terkait kelembagaan, Basnang menyampaikan bahwa nomenklatur pesantren saat ini baru ada di tingkat pusat. Ia mengusulkan nomenklatur khusus untuk tingkat wilayah, yang akan dibahas bersama Menteri Agama dan Biro Organisasi dan Tata Laksana. Transisi dan penataan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) juga segera dilakukan

Sejumlah agenda kerja lainnya yang dipaparkan yaitu terkait data Education Management Information System (EMIS) akan ditransfer ke sistem baru bernama Sistem Informasi Tanda Daftar Pesantren (Sintren) untuk memperkuat pendataan pesantren.

Kemudian, penguatan fungsi pengasuhan dan dakwah, serta kemandirian ekosistem dan ekopesantren. Basnang juga memaparkan terkait regulasi pemetaan kategori pesantren yang direncanakan disusun pada 2027, terutama terkait pengembangan sanitasi.

Rapat Koordinasi Direktorat Jenderal Pesantren dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag). Dok Kemenag.

Selanjutnya, menindaklanjuti arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar tentang standardisasi sanitasi dan layanan kesehatan, akan dibangun komunikasi dengan sektor kesehatan. Diusulkan juga pemberdayaan alumni melalui program transmigrasi untuk memberdayakan desa-desa di luar Pulau Jawa, termasuk menyebarkan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah yang rahmatan lil 'alamin.

Terkait Hari Santri, salah satu kegiatannya adalah lomba menulis surat untuk Presiden, guna menumbuhkan kepercayaan diri santri untuk bercita-cita. Kemudian, ia menjabarkan rencana rapat kerja nasional (Rakernas) pada awal Desember bersama para Kepala Bidang se-Indonesia dan lembaga terkait untuk merancang program ke depan.

Basnang juga mengapresiasi para Kepala Kantor Kementerian Agama yang kompetitif membangun pesantren di daerahnya. Ia mempersilakan jajarannya mengambil langkah yang diperlukan sepanjang tidak melanggar norma dan aturan.

"Jangan sombong. Tetap terbuka berdialog dengan masyarakat, sekecil apa pun permintaan yang disampaikan, agar seluruh ikhtiar ini berjalan dengan berkah," pesan Basnang.

(Arga Sumantri)