Bus TransJakarta. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Rencana Tarif Baru TransJakarta, Pelanggan Minta Penambahan Armada
Metro TV • 4 October 2026 23:25
Jakarta: Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penyesuaian tarif TransJakarta mendapat respons dari warga Ibu Kota. Warga memaklumi rencana tersebut, namun mengharapkan adanya penambahan armada.
Hal itu disampaikan oleh pengguna rutin TransJakarta Koridor 8 Lebak Bulus–Pasar Baru, Arwen, 22. Menurutnya, penyesuaian tarif ini wajar diterapkan, terutama karena ia menyadari perlunya biaya operasional TransJakarta yang besar.
“Dibilang layak sebenernya wajar karena udah inflasi jadi jelas butuh uang lebih besar buat nutup operational cost. But at the same time seharusnya hal ini bisa ditinjau dari APBD Jakarta dan kota penyangga gak sih (bodetabek) supaya nggak bebanin cost ke warga,” ujar Arwen kepada Metrotvnews.com, Minggu, 4 Oktober 2026.
“Integrasi rutenya sih, sangat membantu kalau mau ke tempat-tempat yang jauh. (Tapi) mungkin mesin tap in dan tap out-nya yang lebih cepat soalnya sering bikin antre lama, terus tambah armada untuk non-brt soalnya nunggunya bisa lama banget,” kata Arwen.
Sementara itu, warga Tangerang, Andre, 39, menilai wajar apabila tarif TransJakarta mengalami kenaikan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Terkait besaran tarif, ia menilai kenaikan hingga Rp5.000 masih dalam batas ideal.
"Kalau dari Rp3.500 ya coba ke Rp5.000 dulu. Kalau Rp10.000 kayaknya terlalu besar ya buat sebagian orang, jadi Rp5.000 ya sedang lah," kata Andre.
Sebagai pengguna setia sejak belasan tahun lalu, Andre merasakan perubahan signifikan dari moda transportasi massal ini. Perbaikan paling terasa terlihat dari penataan rute di area halte yang kini jauh lebih teratur.
“Saya lebih suka tertata rute-rutenya di pintu mana. Kalau dulu kan ya udah satu pintu tuh untuk beberapa rute jadi numpuk antrean,” ujar Andre.

Andre, warga pengguna TransJakarta. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Seiring peningkatan kualitas layanan, Andre memaklumi TransJakarta yang kian menjadi armada andalan mobilitas warga. Namun, tingginya minat masyarakat tersebut membawa konsekuensi berupa lonjakan antrean penumpang.
Kondisi itu salah satunya ia rasakan di rute harian Puri Beta–Kuningan. Banyaknya jumlah pelanggan tak jarang membuat antrean mengular hingga ke luar area halte.
“Karena saya rutenya Puri Beta–Kuningan, ya udah banyakin rute yang L13E. Karena di pool-nya dia di Puri Beta, karena mungkin efek macet jalurnya itu, jadi numpuk di Puri Beta tuh sampai panjang (antrean) ke luar-luar area gitu. Kadang sampai ke jalan raya untuk ngantrenya,” ungkap Andre.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)