Ilustrasi-Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (3/8/2026). Sumber: BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah.
BNPB Catat 2.236 Bencana Sepanjang 2026, Didominasi Hidrometeorologi
Lukman Diah Sari • 29 October 2026 20:52
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan berdasarkan data hingga Kamis, 29 Oktober 2026, tercatat 2.236 kejadian bencana di Indonesia. Bencana hidrometeorologi mendominasi dengan persentase 99,19 persen, sedangkan bencana geologi sebesar 0,81 persen.
"Urutan bencana terbanyak meliputi karhutla 1.040 kejadian, banjir 590 kejadian, cuaca ekstrem 340 kejadian, kekeringan 125 kejadian, dan tanah longsor 109 kejadian," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam rilis resmi, Kamis, 29 Oktober 2026.
"Laporan banjir di Kabupaten Langkat pada Kamis merupakan penambahan kejadian. Adapun dampak 691 KK di Kabupaten Langkat yang disebut berikut merujuk pada laporan Rabu (28/10), sehingga bukan duplikasi kejadian baru," jelas dia.
Untuk dampak banjir yang dilaporkan pada Rabu (28/10), banjir di Kota Subulussalam (Aceh) berdampak pada 1.985 KK dengan 177 rumah terendam, sedangkan di Kabupaten Langkat (Sumut) sebanyak 691 KK terdampak.
.jpg)
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: Antara.
Pada kejadian kekeringan, distribusi bantuan air bersih telah dilakukan di lima wilayah: Kabupaten Pekalongan, Cilacap, Klaten, Nganjuk, dan Blitar. Sebanyak 162.304 orang terdampak dengan total bantuan air bersih yang didistribusikan mencapai 335.900 liter.
BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah seiring munculnya Bibit Siklon Tropis 91B dan peralihan musim kemarau ke musim hujan.