BNPB: Karhutla Seluas 19,92 Hektare di Minahasa Berhasil Dipadamkan

Ilustrasi Helikopter Waterbombing melakukan upaya pemadaman di salah satu lokasi karhutla di Riau. ANTARA/HO-Manggala Agni

BNPB: Karhutla Seluas 19,92 Hektare di Minahasa Berhasil Dipadamkan

Lukman Diah Sari • 30 September 2026 15:14

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. 
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan api telah berhasil dipadamkan petugas gabungan pada Selasa, 29 September 2026. 

"Kejadian ini dilaporkan kepada BNPB pada Senin, 28 September 2026, terjadi di Desa Sea, Kecamatan Pineleng. Luas lahan terbakar 19,92 hektare," kata Berton dalam keterangan resmi, Rabu, 30 September 2026.

Selain di Talaud, karhutla juga terjadi di Desa Pampalu, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 10.00 Wita. Api belum berhasil dipadamkan. 

Selain penanganan di Sulawesi Barat, BNPB menegaskan masih terus memfokuskan pengendalian dan penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, yakni di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pemadaman di wilayah prioritas dikoordinasikan oleh pemerintah daerah setempat dengan dukungan penuh dari BNPB, TNI, Polri, serta kementerian/lembaga terkait.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Istimewa.

Menghadapi ancaman karhutla di puncak musim kemarau, BNPB memantau tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah. Beberapa wilayah terpantau berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, khususnya di sebagian besar wilayah Sulawesi, Jawa, dan beberapa kepulauan di sekitarnya.

Merespons potensi bencana asap, BNPB meminta seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu siap siaga. Masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam pengawasan wilayah serta penyampaian laporan dini kepada petugas berwenang seperti BPBD.

BNPB menekankan bahwa tindakan cepat untuk mencegah api meluas merupakan langkah paling efektif dalam meminimalkan dampak karhutla serta memelihara lingkungan agar terbebas dari bencana asap.

(Lukman Diah Sari)