Prakirawan BBMKG Wilayah l Putri Diana saat memaparkan prakiraan cuaca Sumatera Utara untuk Senin. ANTARA/Juraidi
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sumut Hari Ini
Whisnu Mardiansyah • 28 September 2026 06:47
Medan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut) berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin, 28 September 2026.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Putri Diana, mengatakan kondisi cuaca di Sumut pada Senin pagi secara umum diprakirakan berawan. Hujan ringan berpotensi turun di wilayah Kepulauan Nias.
Memasuki siang hingga sore, peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terdapat di sejumlah daerah. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Deli Serdang, Binjai, Medan, Pematangsiantar, Labuhanbatu, Langkat, Padanglawas, dan Simalungun.
Pada malam hari, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumut. Langkat dan daerah sekitarnya berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Sementara itu, kondisi cuaca pada dini hari secara umum diprakirakan berawan. Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Deli Serdang, Medan, Langkat, dan wilayah sekitarnya.
Suhu udara di Sumut diprakirakan berada pada kisaran 14-33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara berkisar 60-100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara menuju barat laut dengan kecepatan 5-20 kilometer per jam.
Putri mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Sumut untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.
_Ramdani(1).jpg)
Ilustrasi hujan MI
"Waspadai potensi hujan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di pantai timur, pantai barat, pegunungan, lereng timur, lereng barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor," katanya, seperti dilansir Antara, Minggu, 27 September 2026.
Potensi cuaca tersebut terutama perlu diperhatikan di wilayah pantai timur, pantai barat, pegunungan, lereng timur, dan lereng barat Sumatera Utara karena dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.