Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (13/10/2026). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
PSSI Ancam Sanksi Pengurangan Poin Klub yang Gagal Jaga Suporter
Achmad Zulfikar Fazli • 13 October 2026 16:28
Jakarta: Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir merespons penyerangan oknum suporter terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, dan penyerangan kepada suporter Persija di Tol Palikanci, Cirebon. Erick mengancam sanksi pengurangan poin bagi klub yang gagal menjaga pendukungnya.
"Tapi saya kasih kesepakatan dulu, cuma kami akan lakukan tindak tegas pastinya," kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Menteri Pemuda dan Olahraga itu menjelaskan aksi penyerangan tersebut sudah menjurus pada tindakan kriminalitas. Dia mencontohkan dalam video penyerangan bus tim EPA Persib, terdapat oknum suporter yang membawa barang tumpul dan menghancurkan bus.
"Mana ada menonton bola bawa alat pukulan, nah ini konteksnya kan sudah ada pemikiran (untuk melakukan kekerasan). Ataupun yang sekarang oknum suporter yang satu lagi membalas, nah ini sama," kata Erick.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Metrotvnews.com/Kautsar
Erick memberikan kesempatan kepada operator liga dan klub untuk bersepakat memastikan keamanan pertandingan. PSSI akan mengintervensi jika tidak ada kesempatakan antara operator liga dan klub.
"Ya jangan-jangan tidak ada lagi suporter away lagi," kata Erick.
Dia mengatakan larangan suporter away sudah berlangsung hampir empat tahun untuk memberikan efek jera. Namun, ketika larangan itu dicabut, aksi anarkis suporter kembali terjadi. Padahal, sejak awal, operator liga dan klub sudah berkomitmen menjaga dan menjamin keamanan pertandingan maupun suporter.
"Masa enggak kapok juga gitu. Nih, ini sudah dikasih (izin untuk suporter away) pada musim ini, baru ini pertama dikasih, massa kejadian lagi gitu," kata Erick.
Erick tidak tidak ingin menyalahkan salah satu pihak dalam peristiwa kekerasan oknum suporter. Namun, dia mengingatkan semua pihak harus berkonsolidasi dan mewujudkan komitmen menciptakan pertandingan sepak bola tanpa anarkisme.