Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, KH Jazuli Juwaini, dalam kegiatan bakti sosial kesehatan di Perguruan Mathla’ul Anwar Pusat, Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu, 11 Oktober 2026
IDI Banten Didorong Perkuat Akses Layanan Kesehatan Masyarakat
Whisnu Mardiansyah • 11 October 2026 21:04
Pandeglang: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Banten didorong memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Sinergi tersebut diharapkan berkembang menjadi program berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak warga.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, KH Jazuli Juwaini, dalam kegiatan bakti sosial kesehatan di Perguruan Mathla’ul Anwar Pusat, Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi profesi kesehatan, termasuk IDI Wilayah Banten dan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn).
Jazuli mengapresiasi keterlibatan organisasi profesi kesehatan dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bentuk pengabdian yang dapat memperluas manfaat layanan kesehatan melalui jaringan lembaga pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
“Mathla’ul Anwar tidak boleh hanya berkhidmat dalam bidang pendidikan dan dakwah. Kita juga harus hadir memberikan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan. Kita ingin melahirkan generasi yang sehat, generasi yang kuat, dan generasi yang hebat,” tegas Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 11 Oktober 2026.
Ia menekankan kolaborasi dengan organisasi profesi kesehatan perlu diperkuat melalui kegiatan pelayanan, pendidikan, literasi kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan pendekatan tersebut, kerja sama diharapkan tidak berhenti pada bakti sosial, tetapi berlanjut dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jazuli juga menyampaikan cita-cita PB Mathla’ul Anwar untuk membangun rumah sakit dan mengembangkan klinik Mathla’ul Anwar di Pandeglang. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung perluasan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
IDI Banten Diharapkan Perluas Jangkauan Pengabdian
Ketua IDI Wilayah Banten, Mohammad Rifki menilai Mathla’ul Anwar merupakan mitra strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Jaringan lembaga pendidikan dan kemasyarakatan yang dimiliki organisasi tersebut dinilai dapat mendukung pelaksanaan pengabdian profesi kedokteran.
Rifki berharap kemitraan yang terjalin dapat dikembangkan dalam bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, literasi kesehatan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kolaborasi tersebut diharapkan memberi dampak lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Bupati Pandeglang, Dewi Setiani, turut mengapresiasi kerja sama antara PDS PatKLIn, IDI Wilayah Banten, dan Mathla’ul Anwar. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membantu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pandeglang.
Menurut Dewi, bakti sosial tersebut tidak hanya menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga memperlihatkan kepedulian tenaga medis terhadap peningkatan kualitas hidup warga. Ia berharap manfaat kegiatan dapat dirasakan oleh warga Mathla’ul Anwar maupun masyarakat di sekitarnya.
Dalam bakti sosial tersebut, masyarakat memperoleh akses ke berbagai layanan kesehatan sesuai ketersediaan tenaga medis dan fasilitas. Layanan itu meliputi konsultasi kesehatan umum, pemeriksaan penyakit dalam, konsultasi jantung, pemeriksaan mata dan anak, konsultasi bedah, pemeriksaan laboratorium, serta skrining talasemia.
Pemeriksaan penunjang juga mencakup pengukuran tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Selain itu, tersedia konsultasi gizi dan edukasi mengenai pencegahan penyakit serta pentingnya deteksi dini.
Perwakilan PDS PatKLIn menekankan pentingnya pemeriksaan dan deteksi dini talasemia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi tenaga medis untuk menerapkan keahlian mereka secara langsung dalam pelayanan kepada warga.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama, Mathla’ul Anwar dan IDI juga menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan tersebut mencakup pendidikan dan literasi kesehatan, pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan, pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, serta kolaborasi tenaga kesehatan dengan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar.
Melalui kemitraan tersebut, penguatan akses layanan kesehatan diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan. Kolaborasi antara IDI Wilayah Banten, Mathla’ul Anwar, dan organisasi profesi kesehatan lainnya juga diharapkan memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat.