Balai kota Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.
Upaya Pemprov DKI Dekatkan Diri dengan Warga Lewat Namu Balai Kota
Gabriella Thesa Widiari • 17 October 2026 14:36
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka pintu Balai Kota lewat program Namu Balai Kota. Melalui program ini, warga dapat mengenal lebih dekat pusat pemerintahan, hingga mengakses layanan publik.
"Namu Balai Kota ini dibuat untuk mendekatkan Balai Kota dengan warganya," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Balai Kota Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026.
"Selain memang kita memberitahu tentang apa yang sudah dilakukan, juga nanti mungkin kalender kegiatan tahun depan untuk Jakarta lima abad, apa saja yang akan kita tampilkan, akan kita launching di sana," kata Rano.
Selain kegiatan seni dan komunitas, program ini menghadirkan layanan publik dari sejumlah instansi untuk memudahkan warga mengakses kebutuhan administrasi. Layanan tersebut mencakup pembuatan paspor melalui Kantor Imigrasi, perpanjangan dokumen di Samsat, perizinan usaha, hingga fasilitas perbankan dari Bank Jakarta.
"Istilahnya ini salah satu fasilitas yang kita coba dekatkan dengan masyarakat Jakarta," kata Rano.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam Launching Program Namu Balai Kota di Balai Kota Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.
Program Namu Balai Kota direncanakan berlangsung setiap dua pekan sekali, pada hari Sabtu sepanjang 2026. Pemprov DKI akan mengevaluasi pelaksanaannya untuk menentukan frekuensi kegiatan pada tahun berikutnya.
“Namu ini dua minggu sekali. Kita rencana dua minggu selama tahun 2026. Tapi tahun depan kita lihat kalau dianggap kurang, ya enggak tahu, mungkin tiap minggu Wakil Gubernur jadi penerima tamu di sini. Kita evaluasi. Yang pasti kita evaluasi apa kekurangannya,” ujar Rano.
Rano berharap keberadaan Namu Balai Kota dapat menjadi ruang interaksi yang positif antara jajaran pemerintah daerah dan warga. Fasilitas ini disiapkan agar hubungan komunikasi publik berjalan lebih terbuka.
“Semoga Namu Balai Kota ini dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan antara pemerintah daerah dengan warganya,” ucap Rano.
(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)