Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari 11 Duta Besar Negara Sahabat

11 Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Indonesia menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Bakom RI.

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari 11 Duta Besar Negara Sahabat

Anggi Tondi Martaon • 6 November 2026 22:26

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari 11 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) designate resident untuk Indonesia. Penyerahan surat kepercayaan tersebut berlangsung dalam upacara resmi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 6 November 2026.

Ke-11 duta besar tersebut adalah Alexander Rieger dari Austria; Md. Abul Hasan Mridha dari Bangladesh; David Jordens dari Belgia; Kaja Glomm dari Norwegia; dan Ueno Atsushi dari Jepang.

Selanjutnya, Konstantin Obolensky dari Swiss; Dato’ Muzafar Shah Mustafa dari Malaysia; Pirjo Suomela-Chowdhury dari Finlandia; Uskup Agung Walter Erbi dari Takhta Suci Vatikan; Andy Atmodimedjo dari Suriname; serta Hervé Delphini dari Uni Eropa.

Kedatangan para duta besar disambut dengan pasukan jajar kehormatan dan Tari Zapin Lenggang Kipas dari Provinsi Jambi. Prosesi penyambutan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran lagu kebangsaan masing-masing negara.

Secara bergantian, para duta besar memasuki ruang kredensial untuk menyerahkan surat kepercayaan secara langsung kepada Presiden Prabowo.
 


Dalam kesempatan tersebut, salah satu isu yang mendapat perhatian adalah penguatan hubungan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa. Khususnya melalui rencana penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Hervé Delphini, menilai hubungan kedua pihak tengah berada pada momentum penting. Menurut dia, penguatan kemitraan Indonesia dan Uni Eropa tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memiliki arti strategis bagi stabilitas dan kerja sama internasional.

“Saya ingin menyampaikan bahwa di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian geopolitik dan gejolak geo ekonomi, hubungan yang kuat antara Uni Eropa dan Indonesia tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat dan dunia bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi bagi dunia,” kata Delphini melalui keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jumat, 6 November 2026.

Delphini menambahkan, rencana penandatanganan IEU-CEPA serta peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Langkah tersebut sekaligus dinilai dapat memperkuat posisi kedua pihak dalam menghadapi berbagai tantangan global.


Para Dubes disambut dengan upacara resmi saat menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Foto: Dok. Bakom RI.

Optimisme serupa disampaikan Duta Besar Austria untuk Indonesia, Alexander Rieger. Ia berharap implementasi IEU-CEPA dapat menjadi pendorong peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Eropa, termasuk Austria.

Selain memperluas hubungan perdagangan dan investasi, Austria berkeinginan mempererat kerja sama di bidang kebudayaan serta hubungan antarmasyarakat. “Kami optimistis hal ini akan memberikan dorongan kuat untuk semakin mendekatkan negara-negara kami di sektor bisnis,” kata Rieger.

Sementara itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Konstantin Obolensky, menegaskan komitmen negaranya untuk melanjutkan hubungan erat yang telah terjalin selama 75 tahun. Menurut dia, Indonesia merupakan mitra penting bagi Swiss, khususnya dalam pengembangan perdagangan, investasi, pembangunan ekonomi, dan penguatan ketahanan nasional.

“Swiss dan Indonesia telah menjalin hubungan yang sangat baik selama 75 tahun ini. Kami sangat senang untuk terus bekerja sama dengan Indonesia di bidang perdagangan dan investasi, kerja sama pembangunan ekonomi, serta dalam upaya memperkuat ketahanan Indonesia,” ujar Obolensky.

Beralih ke kawasan Asia Timur, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat kemitraan strategis komprehensif dengan Indonesia. Hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang yang telah terjalin sejak 1958 menjadi fondasi penting bagi pengembangan kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

Adapun Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, menyoroti hubungan istimewa kedua negara yang tidak hanya didasarkan pada kepentingan ekonomi dan politik, tetapi juga kedekatan sejarah, geografis, sosial, dan budaya.
 
Ia menilai hubungan antarmasyarakat merupakan modal penting untuk menjaga persahabatan Indonesia dan Malaysia sekaligus memperluas kerja sama pada masa mendatang.

“Secara historis, kita memiliki keterkaitan sosial dan budaya. Yang terpenting adalah persahabatan yang langgeng di antara masyarakat kita. Oleh karena itu, selama masa jabatan saya, saya ingin melanjutkan fondasi hubungan baik yang telah dibangun oleh para pemimpin kita, guna memperkuat hubungan kita di berbagai aspek,” ucapnya.

Usai prosesi penyerahan surat kepercayaan, masing-masing duta besar mengikuti sesi foto bersama Presiden Prabowo. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan para duta besar bersama Kepala Negara di Istana Merdeka.

Upacara kenegaraan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Sugiono, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

(Anggi Tondi)