Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah). Foto: Metro TV/Damar.
Prabowo Setujui Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk 18 Tokoh
Muhammad Adyatma Damardjati • 6 November 2026 18:55
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyetujui pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada 18 tokoh pada Hari Pahlawan 10 November 2026. Jumlah itu melampaui kebiasaan tahun-tahun sebelumnya yang maksimal 10 orang.
"Jumlahnya lebih besar dari tahun lalu. Biasanya paling banyak 10. Tahun ini karena yang memenuhi syarat cukup banyak dan banyak yang sudah diusulkan bertahun-tahun, ada yang sudah 7 kali, 5 kali, 3 kali," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Usulan pahlawan melalui proses seleksi berjenjang. Usulan masyarakat dari kampus dan komunitas ditampung tim peneliti pengkaji di daerah atau TP2GD, naik ke TP2GP tingkat pusat, lalu dikirim ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
"Dewan GTK telah merapatkan, mendiskusikan, dan mengusulkan kepada Presiden. Presiden telah memilih 18," jelas Fadli.
Penetapan tahun ini memperluas spektrum pengakuan negara. Pahlawan yang dipilih tidak hanya dari medan pertempuran atau diplomasi, tetapi juga tokoh berjasa di bidang ekonomi dan kebudayaan.
"Orang yang terpilih adalah orang-orang yang sudah melalui proses panjang dengan jasa-jasanya, baik di bidang kebudayaan, ekonomi, maupun perjuangan bersenjata," tegas Fadli.
Fadli menegaskan dirinya tidak mengusulkan nama tertentu. Semua usulan datang dari bawah melalui mekanisme yang berlaku.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon membahas pemberian gelar Pahlawan Nasional bersama Presiden Prabowo Subianto. Pembahasan diikuti Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Tedy Indra Wijaya. Foto: Instagram @sekretariat.kabinet.
"Saya ikut merundingkannya. Usulan semua dari bawah," ujar Fadli.
Fadli menyambut baik jika ada pahlawan dari bidang kebudayaan. Pengakuan itu menegaskan perjuangan tidak hanya bersenjata dan diplomasi.
"Sangat senang kalau ada pahlawan dari bidang kebudayaan. Artinya ada pengakuan bahwa perjuangan itu bukan hanya perjuangan bersenjata, bukan hanya diplomasi, ada juga perjuangan di kebudayaan," tutur Fadli.