KAI Logistik Angkut 6,2 Juta Ton pada Kuartal III 2026, Tertinggi Tahun Ini

Ilustrasi. Foto: Dok KAI Logistik

KAI Logistik Angkut 6,2 Juta Ton pada Kuartal III 2026, Tertinggi Tahun Ini

Eko Nordiansyah • 22 October 2026 11:21

Jakarta: KAI Logistik mencatatkan kinerja positif pada kuartal III 2026 dengan volume angkutan barang mencapai sekitar 6,2 juta ton. Capaian ini menjadi kinerja triwulanan tertinggi sepanjang 2026, sekaligus mencerminkan peningkatan aktivitas angkutan barang yang dikelola perusahaan.

Secara kumulatif, KAI Logistik telah mengelola angkutan barang mencapai 14,9 juta ton hingga September 2026. Volume angkutan barang KAI Logistik pada kuartal III 2026 meningkat dari sekitar 5,9 juta ton menjadi 6,2 juta ton, dengan pertumbuhan sekitar empat persen secara tahunan (year-on-year).

Kinerja ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran lima persen pada kuartal-kuartal sebelumnya, sekaligus mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga keberlangsungan layanan angkutan barang di tengah dinamika industri.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan, peningkatan kinerja pada kuartal III 2026 turut didukung pemulihan industri batu bara yang lebih stabil. Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan volume angkutan perusahaan hingga mencapai sekitar 2,6 juta ton dibandingkan kinerja pada awal tahun, sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang 2026.

“Komoditas batu bara memberikan kontribusi terbesar, yakni sekitar 69 persen dari total volume angkutan triwulan III atau mencapai 4,3 juta ton. Perkembangan positif ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan keandalan operasional dan optimalisasi potensi angkutan di berbagai segmen bisnis,” ujar Yuskal dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 22 Oktober 2026.



(Ilustrasi. Foto: Dok KAI Logistik)

Kinerja angkutan komoditas lain meningkat

Selain batu bara, kinerja angkutan KAI Logistik juga ditopang oleh berbagai komoditas lainnya. Pada kuartal III 2026, angkutan bahan bakar minyak dan bahan bakar khusus (BBM/BBK) mencapai sekitar 870 ribu ton, disusul angkutan peti kemas sebesar 844 ribu ton dan angkutan semen sebanyak 130 ribu ton.

Sementara itu, layanan bongkar muat crude palm oil (CPO) mencatatkan volume sekitar 34 ribu ton, sedangkan angkutan retail melalui KALOG Express mencapai sekitar 24 ribu ton. Keberagaman komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan logistik lintas sektor, mulai dari energi dan manufaktur hingga distribusi barang konsumsi.

Memasuki kuartal IV 2026, KAI Logistik optimistis dapat terus meningkatkan kinerja melalui pengembangan layanan angkutan hewan ternak dan hasil bumi, perluasan titik layanan angkutan retail, serta digitalisasi proses operasional. Berbagai inisiatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, meningkatkan efisiensi, serta memenuhi kebutuhan pelanggan.

Ke depan, ia menyebut, KAI Logistik akan terus mengoptimalkan potensi bisnis yang telah berjalan sekaligus mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Penguatan operasional, inovasi, perluasan jaringan, dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk menjaga kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

“Kami berharap berbagai inisiatif tersebut dapat memperkuat peran KAI Logistik dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” tutup Yuskal.

(Eko Nordiansyah)