Ketua Bawaslu Majalengka, Dede Rosada
Bawaslu Majalengka Tingkatkan Pengawasan di 851 TPS Rawan
Ahmad Rofahan • 20 November 2024 17:55
Majalengka: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Majalengka memperketat pengawasan terhadap 851 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai rawan dalam penyelenggaraan Pilkada.
Dari total 2.111 TPS di wilayah tersebut, area rawan menjadi fokus pengawasan guna memastikan pelaksanaan pemilu berjalan aman, tertib, dan demokratis.
Ketua Bawaslu Majalengka, Dede Rosada, menyampaikan, peningkatan pengawasan dilakukan untuk mencegah potensi pelanggaran dan menjamin hak pilih masyarakat, khususnya kelompok rentan.
"Langkah ini penting untuk memastikan Pilkada berlangsung transparan, jujur, dan adil," ujarnya, Rabu, 20 November 2024.
Indikator Kerawanan TPS
Bawaslu mengidentifikasi sejumlah indikator yang menjadi tolok ukur kerawanan TPS. Di antaranya:
341 TPS mencatat pemilih tidak memenuhi syarat, seperti warga yang sudah meninggal dunia atau anggota TNI/Polri. 123 TPS mencatat pemilih pindahan, dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Cikijing dan Maja, yang mencerminkan mobilitas penduduk tinggi.
"Ada sebanyak 276 TPS mencatat pemilih disabilitas, dengan Kecamatan Rajagaluh memiliki jumlah tertinggi,"ujarnya.
Selain itu, keterlambatan distribusi logistik menjadi perhatian di 21 TPS, terutama di Lemahsugih, Dawuan, dan Sindang. Ada pula 10 TPS yang terletak di wilayah sulit dijangkau serta tiga TPS di wilayah rawan konflik.
Untuk mengantisipasi kendala, Bawaslu menempatkan pengawas lapangan tambahan di TPS dengan risiko tinggi. Dede menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memastikan distribusi logistik tepat waktu, terutama di daerah terpencil.
"Kami juga melakukan sosialisasi kepada pemilih serta berkoordinasi dengan aparat keamanan guna menjaga stabilitas di TPS yang rawan konflik," kata Dede.
Bawaslu Majalengka mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas Pilkada. "Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk menciptakan pemilu yang bersih, adil, dan demokratis," tegas Dede.
Bawaslu berkomitmen mengawal jalannya Pilkada 2024 dengan transparansi dan integritas demi memastikan hak demokrasi seluruh masyarakat Majalengka tetap terjaga.