(Head of Asia Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan (dua dari kiri). Metrotvnews.com/Surya Mahmuda?)
Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor, Tembus 5.000 Ton di 2025
4 February 2026 17:42
Jakarta: Laporan Gold Demand Trends Q4&Full-Year 2025, World Gold Council (WGC) mengungkapkan, 2025 menjadi periode bersejarah bagi pasar emas dunia. Untuk pertama kalinya, volume permintaan emas global berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa menyentuh 5.000 per ton pada tahun lalu.
Head of Asia Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan menjelaskan, lonjakan permintaan ini berjalan selaras dengan pergerakan harga yang sangat agresif. Harga emas tercatat memecahkan rekor tertinggi hingga menyentuh 70 persen.
"Di 2025, emas mencetak rekor dan meningkat hingga 70 persen. Selain kenaikan harga, permintaan akan emas juga memecahkan rekor dan bahkan mencapai lebih dari 5.000 ton. Ini menandakan, investor menjadikan emas sebagai komponen strategis portofolio mereka," ujar Shaokai dalam laporan Gold Demand Trends Q4&Full-Year 2025, Rabu, 4 Februari 2025.
Shaokai menjelaskan, permintaan investasi global terhadap emas pada 2025 mencapai 2.175 ton. Permintaan investasi ini merupakan hasil penjumlahan dari ETF, emas batangan dan koin.
"Beberapa hal spesifik yang terjadi di 2025 adalah permintaan akan emas ini naik 84 persen. Jadi kenaikan ini sangat signifikan. Selain itu permintaan investasi ini juga merupakan hasil penjumlahan dari permintaan akan ETF, emas batangan dan emas koin," ungkap dia.

(Head of Asia Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan. Metrotvnews.com/Surya Mahmuda?)
Tren pembelian emas di Tiongkok dan India juga tinggi
Ia menjelaskan, kenaikan tersebut turut terpantau di semua negara yang WGC amati, termasuk Tiongkok dan India yang mencatatkan tren pembelian cukup tinggi."Kenaikan ini juga terpantau di semua negara yang kami amati. Selain bank sentral, yang masih tetap menjadi pembeli utama emas mencapai lebih dari 800 ton dan jauh lebih tinggi dari rata rata global. Negara-negara lain yang juga memiliki tren pembelian yang kuat adalah Tiongkok dan India," ujar dia.
Shaokai mengungkapkan, total permintaan emas konsumen di Indonesia pada 2025 mencapai 48,2 ton, mencerminkan pertumbuhan tahunan yang tetap tangguh sebesar dua persen. Meski angka pertumbuhan sedikit lebih rendah dibandingkan beberapa negara tetangga di kawasan ASEAN, pencapaian tersebut dinilai tetap selaras dengan tren jangka panjang global.
"Di Indonesia juga turut meningkat, untuk permintaan naik dua persen. Memang mungkin angka ini sedikit lebih rendah daripada negara-negara tetangga di Kawasan ASEAN. Tapi, angka ini kurang lebih mirip dengan rata-rata global," ujar dia. (Surya Mahmuda)