Beasiswa Harry Diah: Komitmen AAJI Cetak Pemikir dan Pemimpin Industri Asuransi Masa Depan

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperkenalkan Program Beasiswa Harry Diah bagi mahasiswa dalam acara Kick Andy Goes to Campus di BINUS Alam Sutera. (Foto: Dok. AAJI)

Beasiswa Harry Diah: Komitmen AAJI Cetak Pemikir dan Pemimpin Industri Asuransi Masa Depan

Patrick Pinaria • 9 March 2026 10:00

Tangerang: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) terus memperkuat komitmen dalam pengembangan generasi muda. Salah satunya, melalui program Beasiswa Harry Diah (BHD).

Program beasiswa tersebut dipaparkan di dalam ajang Kick Andy Goes to Campus yang digelar di Universitas Binus Alam Sutera, Kamis, 26 Februari 2026.

Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat, menjelaskan bahwa Beasiswa Harry Diah merupakan salah satu program berkesinambungan yang ditujukan kepada mahasiswa yang sedang menyelesaikan penulisan tugas akhir, baik skripsi, tesis, maupun disertasi.

Beasiswa ini diabadikan atas nama almarhum Harry Harmain Diah, seorang pemilik, praktisi, dan profesional asuransi, sekaligus pendiri perkumpulan dan Dewan Asuransi Indonesia. Ia dikenal mendedikasikan hidupnya pada industri asuransi, khususnya dalam bidang pendidikan.

"Bagi kami, Beasiswa Harry Diah adalah investasi jangka panjang, untuk melahirkan pemikir dan pemimpin masa depan yang memahami pentingnya proteksi dan keberlanjutan," ujar Emira.
 

Dorong Riset dan Publikasi Asuransi Jiwa

Dalam paparannya, AAJI menyebutkan bahwa tujuan program ini adalah memperluas jejaring kolaborasi riset sekaligus mendorong partisipasi mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir yang terkait dengan industri asuransi jiwa.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari optimalisasi peran AAJI sebagai pusat data dan penelitian asuransi jiwa, serta meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah dalam bidang asuransi jiwa di tingkat nasional maupun internasional.

Beasiswa Harry Diah diperuntukkan bagi mahasiswa program S1, S2, dan S3 dari universitas atau perguruan tinggi yang sedang menyusun tugas akhir dengan topik yang berkaitan dengan industri asuransi jiwa dan belum melakukan seminar hasil maupun sidang tugas akhir.

Mahasiswa juga harus mendapatkan rekomendasi dari dosen pembimbing atau promotor dan  Ketua Program Studi, serta mengumpulkan seluruh persyaratan dokumen yang diprasyaratkan oleh panitia seleksi AAJI.

Proposal tugas akhir harus memiliki topik yang menarik, metodologi yang sesuai dan relevan, serta melalui tahapan seleksi oleh Dewan Juri yang berkompeten. Karya yang diajukan wajib merupakan hasil orisinal dan bukan plagiarisme.


Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat. (Foto: Dok. AAJI)
 

Mekanisme Pendaftaran dan Seleksi

Proses pengajuan dilakukan melalui situs resmi AAJI. Pelamar mengajukan diri kepada pihak Rektorat masing-masing kampus, dimana pihak kampus kemudian menyampaikan daftar pelamar ke Sekretariat AAJI. Sekretariat kemudian menyampaikan user ID dan password untuk masing-masing pelamar kepada pihak kampus. Pelamar lalu melakukan proses unggah (upload) seluruh dokumen persyaratan dengan menggunakan user ID dan password tersebut pada halaman website BHD AAJI (http://bhd.aaji.or.id). 

Adapun dokumen persyaratan yang harus diunggah antara lain surat rekomendasi resmi dari pembimbing/promotor dan Ketua Program Studi, surat pernyataan mahasiswa, transkrip nilai yang telah dilegalisir oleh pihak kampus, proposal tugas akhir yang telah disetujui oleh dosen pembimbing atau promotor, daftar riwayat hidup, KTP, KTM, serta halaman depan buku rekening. 

Tahapan seleksi terdiri dari dua tahap, yakni tahap pertama oleh Sekretariat yang memastikan topik penelitian berkaitan dengan industri asuransi jiwa dan kelengkapan dokumen, serta tahap kedua oleh Dewan Juri.\

Penilaian mencakup kriteria umum sebesar 80% dan kriteria khusus sebesar 20%.

Kriteria umum meliputi kesesuaian latar belakang dan tinjauan pustaka, pertanyaan penelitian, orisinalitas, metodologi, hingga potensi penerapan hasil penelitian oleh industri.

Sementara kriteria khusus disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari kemampuan penerapan keterampilan di dunia nyata untuk S1, penelitian research gap untuk S2, hingga gagasan atau teori baru untuk S3.
 

Nominal dan Skema Pencairan

Nominal beasiswa yang diberikan berbeda sesuai jenjang pendidikan, yakni Rp10 juta untuk S1, Rp15 juta untuk S2, dan Rp20 juta untuk S3.

Pencairan dana dilakukan secara bertahap. Sebesar 30% dari total insentif diberikan setelah penandatanganan PKS antara AAJI dengan mahasiswa/i yang bersangkutan, 30% berikutnya setelah menyelesaikan sidang tugas akhir dan dinyatakan lulus, serta 40 persen setelah mahasiswa/i telah menyelesaikan tugas akhir secara utuh.
 

Hak Cipta dan Publikasi

AAJI menegaskan bahwa hak cipta hasil penelitian tetap menjadi milik masing-masing peneliti.

AAJI juga berhak mendistribusikan, menyebarluaskan, mengembangkan, mengumumkan, dan mempublikasikan karya tulis tersebut dalam kegiatan maupun media publikasi AAJI dan media lainnya dalam bentuk apa pun.
 

Perkembangan Terkini

Per Desember 2025, tercatat 11 perguruan tinggi telah bekerja sama dalam program ini. Sementara itu, sebanyak 46 mahasiswa telah menerima beasiswa, terdiri atas 34 orang mahasiswa/i jenjang pendidikan S1, 9 orang mahasiswa/i jenjang pendidikan S2, dan 3 orang mahasiswa/i jenjang pendidikan S3.

Melalui kesempatan di BINUS Alam Sutera, AAJI mengundang mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam Program Beasiswa Harry Diah.

"Kami menantikan ide, riset, dan kontribusi terbaik dari kampus ini," kata Emira.

Ia juga menegaskan bahwa melalui program ini AAJI ingin menyampaikan bahwa anak muda memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkontribusi dalam industri yang terus berkembang ini. Industri ini membutuhkan talenta-talenta muda yang inovatif dan adaptif.

"Jadilah bagian dari industri yang tidak hanya membangun karier, tetapi juga membangun masa depan masyarakat Indonesia," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)