Tepis Isu Negosiasi, Iran Bantah Adanya Kontak Terbaru dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Foto: CGTN

Tepis Isu Negosiasi, Iran Bantah Adanya Kontak Terbaru dengan AS

Fajar Nugraha • 29 January 2026 19:15

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan pada Rabu, 28 Januari, bahwa ia membantah klaim adanya komunikasi terbaru dengan utusan khusus Amerika Serikat (AS) , Steve Witkoff. Bantahan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global akan kemungkinan serangan militer AS terhadap Teheran.

"Tidak ada kontak antara saya dan Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan kami tidak pernah meminta pembicaraan tersebut," tegas Araghchi kepada media pemerintah sebagaimana dikutip oleh Fars News Agency, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 29 Januari 2026.

Pernyataan Araghchi ini bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa Iran telah menghubungi Washington berkali-kali untuk mencari solusi diplomatik. 

"Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka menelepon dalam berbagai kesempatan. Mereka ingin bicara," ujar Trump kepada Axios.

Trump juga mengonfirmasi pengerahan armada tempur tambahan ke arah Iran sebagai langkah penekanan. Namun, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan melakukan negosiasi di bawah tekanan militer. Menurutnya, perundingan memiliki prinsip tersendiri dan harus berlangsung dalam kedudukan yang setara.

Meskipun membantah kontak langsung dengan AS, Araghchi mengakui adanya sejumlah negara yang bertindak sebagai perantara dan tetap menjalin komunikasi dengan Iran. Ia mencatat bahwa negara-negara di kawasan memiliki kekhawatiran yang sama terkait eskalasi ketegangan ini.  

Araghchi memperingatkan negara-negara di kawasan memahami bahwa setiap ancaman militer akan mengganggu stabilitas seluruh wilayah. Ia mendesak AS untuk menghentikan ancaman serta tuntutan yang ia nilai tidak masuk akal jika ingin dialog membuahkan hasil.

Ketegangan antara Teheran dan Washington memuncak menyusul tindakan keras Iran terhadap protes anti-pemerintah di dalam negeri. Pemerintah AS secara terbuka mengatakan bahwa semua opsi, termasuk tindakan militer, tetap tersedia untuk menangani Iran..

Merespons hal tersebut, otoritas Iran telah memberikan peringatan keras bahwa setiap serangan yang dilancarkan oleh AS akan memicu respons yang cepat dan menyeluruh. Hingga saat ini, posisi Iran dilaporkan tetap tidak berubah meskipun banyak pihak internasional menawarkan diri sebagai mediator untuk mencegah pecahnya perang terbuka.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)