Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Segera Diumumkan

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Segera Diumumkan

Willy Haryono • 24 May 2026 09:54

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, “sebagian besar telah dinegosiasikan.”

Dalam pernyataan di media sosial pada Sabtu, 23 Mei 2026, Trump menyebut detail akhir dari kesepakatan tersebut masih dibahas dan akan segera diumumkan.

“Aspek dan detail akhir dari kesepakatan saat ini sedang didiskusikan dan akan diumumkan segera,” tulis Trump, seperti dikutip dari NPR, Minggu, 24 Mei 2026.

Trump mengatakan dirinya telah berbicara dengan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah dan sekutu regional, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, Bahrain, serta Israel.

Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai “Memorandum of Understanding pertaining to PEACE” yang masih harus difinalisasi oleh AS, Iran, dan negara-negara lain yang terlibat dalam pembicaraan.

Selat Hormuz dan Gencatan Senjata

Laporan sebelumnya menyebut mediasi yang dipimpin Pakistan berhasil mempersempit perbedaan antara Washington dan Teheran.

Seorang pejabat regional yang mengetahui proses negosiasi mengatakan kesepakatan sementara itu diperkirakan mencakup deklarasi resmi berakhirnya perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran, serta dimulainya pembicaraan nuklir dalam dua bulan ke depan.

Namun, pejabat tersebut mengingatkan masih ada kemungkinan sengketa pada menit-menit akhir yang dapat menggagalkan kesepakatan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei sebelumnya menyebut rancangan kesepakatan itu sebagai “kerangka kerja” untuk negosiasi lanjutan.

Ia mengatakan fokus utama Iran saat ini adalah mengakhiri perang di seluruh front, termasuk Lebanon.

Baghaei juga menegaskan pencabutan sanksi terhadap Iran tetap menjadi posisi utama Teheran.

Meski Selat Hormuz masuk dalam pembahasan, Iran menyatakan isu nuklir belum menjadi bagian negosiasi tahap saat ini.

Negosiasi Serius

Trump sebelumnya mengatakan dirinya menahan rencana serangan militer baru terhadap Iran karena adanya “negosiasi serius” yang tengah berlangsung atas permintaan sejumlah sekutu Timur Tengah.

Konflik bermula setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut.

Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Gencatan senjata mulai berlaku sejak 7 April, tetapi ketegangan tetap tinggi karena Iran masih mempertahankan program pengayaan uranium dan berupaya membangun kembali kemampuan militernya.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan jika AS kembali melancarkan serangan, maka respons Iran akan “lebih menghancurkan dan lebih pahit” dibanding awal perang.

Baca juga:  Pakistan dan Qatar Bantu Mediasi Kesepakatan Interim AS-Iran di Teheran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)