Rencana Kereta Api di Papua, Mimpi Konektivitas yang Kian Dekat

Ilustrasi. Dok KAI.

Rencana Kereta Api di Papua, Mimpi Konektivitas yang Kian Dekat

Arga Sumantri • 17 April 2026 23:45

Jakarta: Tidak ada perubahan besar yang lahir tanpa sebuah mimpi. Pernyataan ini sepertinya relevan dengan rencana pembangunan akses kereta api di tanah Papua.

Wacana yang sebelumnya dinilai terlalu ambisius, perlahan mulai menemukan jalannya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mulai bergerak didukung sinyal kuat dari pemerintah pusat dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Banyak orang mungkin menganggap itu sebagai mimpi besar yang akan sangat sulit direalisasikan. Namun dalam perjalanan waktu, mimpi itu perlahan menemukan jalannya," kata juru bicara Gubernur Papua, M Rifai Darus, dalam keterangannya, Jumat, 17 April 2026.

Menurut dia, gagasan tentang konektivitas besar di Papua bukan lahir tanpa dasar. Gagasan ini bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa yang sejak lama memikirkan bagaimana membuka keterisolasian wilayah dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Papua.

"Dalam konteks itulah, langkah yang diambil oleh Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius  D. Fakhiri (MDF) hari ini juga dapat dipahami sebagai melanjutkan mimpi besar para pendahulu," ungkap Rifai.

Ia mengatakan wacana pembangunan kereta api sebagai upaya membuka konektivitas sudah mulai dikenalkan pada masa kepemimpinan Barnabas Suebu. Kemudian, di era Lukas Enembe (LE), pembangunan jalan lintas Papua digencarkan sebagai tulang punggung konektivitas darat yang membuka akses antarwilayah di Papua.

"Karena itu, apa yang dilakukan hari ini oleh Gubernur Matius D. Fakhiri sesungguhnya adalah melanjutkan mimpi para pendahulu, yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan zaman, perkembangan teknologi, serta kondisi kekinian Papua," beber dia.

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri dan juru bicara Rifai Darius. Istimewa.

Momentum dukungan pemerintah pusat

Pada awal 2026, kata dia, dalam pertemuan dengan jajaran PT KAI Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengembangan jalur kereta di Pulau Jawa. Nama Papua muncul sebagai salah satu wilayah yang masuk daftar target pengoperasian jalur kereta.

Hal ini dinilai menjadi momentum yang mempertemukan visi daerah dan arah kebijakan nasional dalam 'rel' yang sama; pemerataan pembangunan.

Momentum ini ditindaklanjuti melalui pertemuan antara Pemprov Papua dan jajaran PT KAI pada Selasa, 14 April 2026 di Jakarta. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memulai proses sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku, dengan gagasan jalur awal Sentani – Kota Jayapura.

Menurut dia, jika rencana ini berjalan dengan baik, maka yang lahir bukan hanya sarana transportasi baru, tetapi juga konektivitas wilayah yang akan membuka peluang ekonomi, mempercepat mobilitas orang dan barang, serta menandai awal peradaban baru di Tanah Papua.

"Atas nama masyarakat Papua, tentu patut disampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang telah memberikan perhatian besar bagi pembangunan Papua," ungkap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)