Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com.
FITT Ubah Arah Bisnis ke Pertambangan, Simak Strateginya
Ade Hapsari Lestarini • 14 April 2026 17:10
Jakarta: PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) bersiap melakukan transformasi bisnis besar setelah terjadi perubahan pengendalian pemegang saham. Direktur Utama FOTT Joni Rizal mengatakan FITT tidak akan lagi melanjutkan kegiatan usaha sebelumnya yang dinilai belum memberikan kinerja optimal.
"Berdasarkan evaluasi manajemen, usaha sebelumnya memiliki skala terbatas dan belum memberikan sinergi yang memadai. Karena itu, kami memutuskan untuk melakukan penataan ulang secara menyeluruh," ujar Joni dalam paparan publik insidentil, Selasa, 14 April 2026.
Joni menjelaskan, masuknya pemegang saham pengendali baru, menjadi momentum bagi FITT untuk melakukan restrukturisasi dan integrasi sumber daya secara bertahap. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisi FITT sebagai perusahaan holding yang memiliki portofolio usaha lebih solid.
Dalam jangka menengah, yakni tiga hingga lima tahun ke depan, FITT akan fokus mengembangkan bisnis di sektor sumber daya pertambangan, jasa pertambangan, serta perdagangan produk tambang.
Ketiga lini usaha tersebut dirancang untuk saling terintegrasi. Pengembangan usaha ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan Perseroan di masa mendatang.
"Ke depan, kami membangun rantai bisnis yang terhubung mulai dari sumber daya pertambangan, jasa pertambangan, hingga perdagangan produk tambang. Setiap segmen usaha akan saling mendukung dari sisi sumber daya dan pelanggan, yang tidak dikembangkan secara terpisah. Ini akan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan dan mengurangi ketergantungan pada satu lini usaha tertentu," jelas Joni.

Penjajakan calon target akuisisi
Direktur Keuangan Sukino menyatakan, FITT juga tengah melakukan evaluasi dan penjajakan terhadap sejumlah calon target akuisisi yang dinilai potensial mendongkrak kinerja keuangan dan menjaga keberlanjutan usaha (going concern).
Namun demikian, FITT sebelumnya telah membatalkan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait rencana divestasi saham PT Bumi Majalengka Permai (BMP) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW), serta memutuskan tidak melanjutkan rencana akuisisi PT Poseidon Shipping Indonesia (PSI).
"Terkait aksi korporasi ke depan, kami akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Jika ada keputusan lanjutan, tentu akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Joni.
Menanggapi pergerakan harga saham Perseroan, manajemen menyatakan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan bagian dari mekanisme pengawasan pasar.
"Sampai saat ini tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi pemodal," ujar Joni.
Joni menambahkan, seluruh keterbukaan informasi telah disampaikan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam regulasi pasar modal, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait keterbukaan informasi.
Dengan langkah restrukturisasi dan rencana ekspansi yang tengah disiapkan, FITT optimistis dapat memperbaiki kinerja dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang.