Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Presiden Rusia Vadimir Putin. Foto: Bakom RI
Paparan Hasil Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis dan Rusia
Fajar Nugraha • 16 April 2026 18:39
Jakarta: Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang menyampaikan hasil kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Paris, Prancis.
Melalui keterangan pers mingguan Kementerian Luar Negeri RI pada Kamis, 16 April 2026. Kunjungan tersebut berlangsung pada 14 April 2026 dan diisi pertemuan langsung dengan Presiden Prancis.
Dalam pertemuan tête-à-tête, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis. Fokus utama mencakup pertahanan, termasuk riset bersama, transfer pengetahuan, dan pengembangan kapasitas.
“Kerja sama pertahanan termasuk riset dan pengembangan bersama serta transfer pengetahuan menjadi salah satu fokus utama,” ujar Yvonne.
“Selain itu, kedua negara juga membahas kerja sama di bidang energi, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan ekonomi kreatif,” imbuh Yvonne.
Kedua pemimpin turut menyoroti perkembangan geopolitik global, khususnya situasi di Timur Tengah. Mereka sepakat pentingnya mendorong deeskalasi dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Kunjungan Rusia
Sementara Juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela menyampaikan hasil kunjungan Presiden ke Moskow. Dalam paparannya, ia menjelaskan kunjungan tersebut mencakup pertemuan bilateral, pertemuan terbatas, hingga jamuan makan siang kerja. Agenda ini difokuskan pada penguatan hubungan kedua negara di berbagai sektor strategis.“Pertemuan tersebut membahas sejumlah fokus kerja sama bilateral, antara lain ekonomi, perdagangan, pertanian, energi, politik dan keamanan, serta sosial budaya dan ilmu pengetahuan,” ujar Nabyl.
Ia menegaskan kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat hubungan jangka panjang Indonesia dan Rusia.
Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Rusia atas dukungannya terhadap keanggotaan Indonesia dalam BRICS. Selain itu, kedua negara membahas upaya memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik global.
Pertemuan tersebut turut menyoroti pentingnya komitmen terhadap multilateralisme dan stabilitas keamanan dunia. Kedua pemimpin sepakat menjaga perdamaian internasional melalui kerja sama yang lebih erat.
Dalam kesempatan itu, Presiden Rusia mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam sejumlah agenda internasional. Undangan tersebut mencakup forum di Kazan pada Mei serta pameran industri INNOPROM di Ekaterinburg pada Juli.
Kemlu RI menilai kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kerja sama global Indonesia. Pemerintah juga terus mendorong peran aktif Indonesia dalam berbagai forum internasional.
(Keysa Qanita)