Dua Orang Meninggal dalam Longsor Selandia Baru Termasuk Seorang Warga Tiongkok

Ilustrasi: Medcom.id

Dua Orang Meninggal dalam Longsor Selandia Baru Termasuk Seorang Warga Tiongkok

Fajar Nugraha • 23 January 2026 11:00

Wellington: Tim penyelamat Selandia Baru, pada Jumat, 23 Januari, terus berupaya mencari korban pascabencana tanah longsor yang menerjang area perkemahan populer di Mount Maunganui, Pulau Utara. Kepolisian memperingatkan bahwa proses evakuasi dan pencarian kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari karena kondisi medan yang tidak stabil.

Bencana yang terjadi pada Kamis pagi waktu setempat ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah pesisir timur. Material tanah dan reruntuhan dilaporkan menimbun area perkemahan yang saat itu tengah dipadati keluarga yang sedang menikmati masa libur sekolah musim panas.

Duta Besar Tiongkok untuk Selandia Baru, Wang Xiaolong, mengonfirmasi melalui platform X bahwa dua orang telah dinyatakan meninggal dunia, di mana salah satu korban merupakan warga negara Tiongkok. Sementara itu, pihak kepolisian Selandia Baru melaporkan bahwa sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk beberapa anak-anak.

Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan sejumlah kendaraan rekreasi dan bangunan hancur tertimbun material longsor. Wali Kota Tauranga, Mahe Drysdale, mengatakan bahwa meski pencarian dilakukan sepanjang malam, hingga kini belum ada kemajuan berarti dalam menemukan korban hilang.

Sementara itu, Menteri Manajemen Darurat dan Pemulihan, Mark Mitchell, menyebut lingkungan pencarian sangat menantang dan berbahaya. Pihak kepolisian saat ini juga tengah melakukan verifikasi data untuk memastikan apakah ada pengunjung perkemahan yang telah meninggalkan lokasi tanpa melapor sebelum bencana terjadi.

Komisioner Polisi Selandia Baru, Richard Chambers, meminta keluarga korban untuk bersabar. Ia menegaskan, proses ini bisa memakan waktu berhari-hari dan para keluarga menunggu jawaban, namun faktor keselamatan tim penyelamat juga harus menjadi prioritas utama.

Tanah longsor di Mount Maunganui ini merupakan bagian dari serangkaian bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda pantai timur Pulau Utara sepanjang pekan ini. Sebelumnya, longsor di wilayah tetangga, Papamoa, menewaskan dua orang pada Kamis, sementara seorang pria dilaporkan hanyut bersama kendaraannya di utara Auckland pada Rabu.

Hujan deras juga menyebabkan akses darat ke beberapa kota di Pulau Utara terputus total akibat penutupan jalan. Otoritas Pertahanan Sipil setempat mengeluarkan peringatan keras bagi warga agar tidak nekat melintasi area bekas longsor hanya untuk mencari pasokan logistik, karena risiko terjadinya longsor susulan yang masih sangat tinggi.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)