Pekan Gizi Nasional, BGN Ingatkan Keluarga Pentingnya Komposisi

Kepala BGN Dadan Hindayana. Foto: Antara

Pekan Gizi Nasional, BGN Ingatkan Keluarga Pentingnya Komposisi

M Sholahadhin Azhar • 20 January 2026 17:40

Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengingatkan keluarga agar lebih memahami komposisi gizi. Terutama, dalam setiap konsumsi makanan harian. Hal ini dipaparkan dalam rangka pekan gizi untuk memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap 25 Januari.

"Komposisi gizi itu perlu diperhatikan. Kita perlu tahu makanan itu manfaatnya apa untuk tubuh kita, misalnya ketika makan wortel mestinya kita mulai paham bahwa di situ ada kandungan vitamin A atau serat, maka akan bagus kalau kita konsumsi sekali sehari. Kalau buah, tiga buah yang berbeda warna dalam sehari saja misalnya, jumlah tidak perlu banyak, yang penting komposisi," kata Dadan dikutip dari Antara, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia menjelaskan, gizi adalah fondasi dasar bagi kualitas sumber daya manusia di seluruh dunia. Negara maju seperti Jepang, sudah satu abad lamanya menjalankan program peningkatan gizi, termasuk India dan Brasil.
 


"Mereka sudah bisa memanen hasilnya, kualitas SDM mereka unggul. IQ rata-rata mereka tinggi, pertumbuhan fisik mereka bagus, tinggi dan kuat sehingga mampu melakukan aktivitas seberat apapun, termasuk olahraga. Indonesia harus masuk ke tahap itu karena anak-anak kita itu masih banyak yang lahir dari orang tua yang pendidikannya rata-rata sembilan tahun," ujar dia.

Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah terus melakukan intervensi peningkatan gizi, salah satunya melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengatasi 60 persen anak Indonesia yang tidak memiliki akses terhadap menu gizi seimbang dan tidak mampu membeli susu.

"Pemerintah hadir untuk memperbaiki generasi masa depan. Anak-anak yang sekarang lahir kan, 20 tahun lagi akan menjadi produktif, sehingga kita perlu membekali agar mereka menjadi generasi yang sehat dan ceria. BGN punya tugas utama melakukan intervensi pemenuhan gizi di seluruh Indonesia. Kita ingin mengajak seluruh masyarakat dan keluarga untuk memperhatikan gizi seimbang," tuturnya.

Kepala BGN Dadan Hindayana. Foto: Antara

Dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat Indonesia, Dadan menyampaikan selama 2025 jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ada sebanyak 19.188 unit dengan penerima manfaat Program MBG sebanyak 55,1 juta orang.

"Pada tanggal 31 Desember 2025 kita tutup dengan jumlah SPPG 19.188 dan melayani 55,1 juta penerima manfaat," ujarnya.

Ia mengatakan, implementasi tersebut terwujud berkat dana bantuan pemerintah yang terserap untuk MBG senilai Rp55,2 triliun, melebihi target yang seharusnya Rp52,2 triliun.

"Dana bantuan pemerintah yang terserap untuk makan bergizi Rp55,2 triliun melebihi target yang harusnya Rp52,2 triliun karena Badan Gizi mendapatkan anggaran biaya tambahan dari Kementerian Keuangan dan total porsi yang kita olah selama satu tahun kurang lebih 3,7 miliar porsi," ucap Dadan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)