DVI Masih Identifikasi Body Part Korban ATR 42-500, Pakai Dua Metode

Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris (paling kanan) saat menyampaikan proses identifikasi body part korban yang ditemukan, di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis, 22 Januari 2026. MTVN/Muhammad Syawaluddin.

DVI Masih Identifikasi Body Part Korban ATR 42-500, Pakai Dua Metode

Muhammad Syawaluddin • 22 January 2026 11:14

Makassar: Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah menerima body part atau bagian tubuh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, pada Rabu malam, 21 Januari 2026. Proses identifikasi masih berlangsung.

"Nanti kami sampaikan setelah ada hasil," kata Kabiddokkes Polda Sulawesi Selatan, Kombes Muhammad Haris, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 22 Januari 2026.


Tim SAR saat menyerahkan bagian tubuh korban ke Tim DVI Polda Sulawesi Selatan, Rabu, 21 Januari 2026. (Metrotvnews.com/M Syawaluddin)

Dia mengungkapkan pihaknya menggunakan dua  metode untuk melakukan identifikasi jenazah maupun body part. Dua metrode itu yakni, primer dan sekunder.

Metode primer yakni dengan atau melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis. Dengan begini pihaknya bisa mencari keidentikan dari sidik jari dan lainnya. 

"Sudah sidik jari primer tidak dapat kami temukan, kita memakai gigi-gigi, kemudian kalau tidak bisa memakai pemeriksaan DNA," ungkapnya. 

Dia menerangkan bila masih belum bisa diidentifikasi, maka metode sekunder dilakukan dengan mencocokan data properti dan ciri khusus. Seperti tinggi badan, berat badan, bekas operasi dan lain sebagainya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)