Alami Gangguan, Pesawat Air Force One Donald Trump Putar Balik ke Pangkalan

Pesawat Air Force One yang biasa ditumpangi Presiden AS. Foto: The New York Times

Alami Gangguan, Pesawat Air Force One Donald Trump Putar Balik ke Pangkalan

Fajar Nugraha • 21 January 2026 15:09

Washington: Pesawat Air Force One yang biasa dinaiki Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali dengan selamat ke Pangkalan Udara Militer Andrews dekat Washington pada Selasa malam. Hal itu dilakukan  setelah awak pesawat mengidentifikasi "masalah listrik kecil" tak lama setelah lepas landas, yang mendorong keputusan pencegahan untuk mengganti pesawat.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, pesawat berbalik arah "sebagai tindakan pencegahan" setelah masalah tersebut terdeteksi setelah keberangkatan ke Swiss.

“Trump naik pesawat lain dan melanjutkan perjalanannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos,” demikian konfirmasi Leavitt, dikutip dari India Today, Rabu 21 Januari 2026.

Seorang reporter yang bepergian dengan Air Force One mengatakan, “lampu di kabin pers sempat padam setelah lepas landas, meskipun tidak ada penjelasan langsung yang diberikan”. Sekitar setengah jam setelah penerbangan, para reporter diberitahu bahwa pesawat akan berbalik arah.

Insiden keselamatan penerbangan yang melibatkan presiden atau wakil presiden AS jarang terjadi tetapi bukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada tahun 2011, Air Force One membatalkan pendaratan karena cuaca buruk saat membawa Presiden Barack Obama ke sebuah acara di Connecticut.

Pada tahun 2012, pesawat Air Force Two yang membawa Wakil Presiden Joe Biden ditabrak burung di California sebelum mendarat tanpa insiden.

Kedua pesawat yang saat ini digunakan sebagai Air Force One telah beroperasi selama hampir empat dekade. Boeing telah mengerjakan penggantinya, tetapi program tersebut telah mengalami beberapa penundaan.

Pesawat-pesawat tersebut telah dimodifikasi secara besar-besaran dengan fitur-fitur untuk meningkatkan daya tahan, termasuk perisai radiasi dan teknologi anti-rudal, dan dilengkapi dengan sistem komunikasi canggih yang memungkinkan presiden untuk tetap berhubungan dengan militer dan mengeluarkan perintah dari mana saja di dunia.

Tahun lalu, keluarga penguasa Qatar menghadiahkan Trump sebuah pesawat jumbo Boeing 747-8 mewah yang dimaksudkan untuk ditambahkan ke armada Air Force One, sebuah langkah yang menuai banyak kritik. Pesawat tersebut saat ini sedang dimodifikasi untuk memenuhi persyaratan keamanan.

Leavitt bercanda kepada wartawan di Air Force One pada Selasa malam bahwa jet Qatar terdengar "jauh lebih baik" saat ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)