Khotbah Jumat: Menghadapi Perubahan Iklim dengan Tawakal dan Ikhtiar

Foto: MUI Sulawesi Selatan

Khotbah Jumat: Menghadapi Perubahan Iklim dengan Tawakal dan Ikhtiar

Riza Aslam Khaeron • 25 September 2026 07:00

 

Jakarta: Perubahan iklim menjadi salah satu persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan manusia. Dampaknya dapat dirasakan melalui perubahan pola cuaca, cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, hingga gangguan terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat.

Dalam Islam, menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Oleh karena itu, isu perubahan iklim juga dapat menjadi salah satu tema yang disampaikan dalam khotbah Jumat untuk mengingatkan umat agar menjaga alam dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan.

Dilansir dari laman Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam (SIMBI) Kementerian Agama, berikut adalah contoh khotbah Jumat dengan tema “Menghadapi Perubahan Iklim dengan Tawakal dan Ikhtiar” yang dapat menjadi referensi bagi khatib.
 

Menghadapi Perubahan Iklim dengan Tawakal dan Ikhtiar


Hadirin jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pada kesempatan khotbah kali ini, kita akan membahas satu isu besar yang semakin relevan dan mendesak dalam kehidupan kita, yaitu perubahan iklim.

Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia. Perubahan iklim mengacu pada perubahan jangka panjang dalam suhu dan pola cuaca yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, baik lingkungan, ekonomi, maupun sosial.

Fenomena ini antara lain dipicu oleh aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan, seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan polusi industri. Akibatnya, emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O) terus meningkat sehingga berkontribusi terhadap pemanasan global.

Pemanasan global kemudian berdampak terhadap pola cuaca dan ekosistem. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, seperti gelombang panas, banjir bandang, badai tropis yang lebih kuat, serta musim kemarau yang lebih panjang.

Di sisi lain, kualitas udara juga dapat menurun dan berdampak terhadap kesehatan manusia. Kenaikan permukaan laut juga mengancam wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dampak perubahan iklim turut terlihat pada ketidakstabilan ekosistem. Semakin panjang musim panas, semakin sulit bagi sejumlah spesies tanaman dan hewan untuk beradaptasi. Ketergantungan sektor pertanian terhadap kondisi iklim yang stabil juga membuat sektor ini rentan terhadap perubahan curah hujan.

Jemaah yang dimuliakan Allah,

Perubahan iklim bukanlah masalah yang dapat kita abaikan. Kita dapat menghadapinya dengan tawakal dan ikhtiar. Tawakal kepada Allah berarti meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan bagian dari ketentuan-Nya. Namun, kita tetap diwajibkan untuk berusaha dan mengambil langkah nyata dalam menjaga bumi.

Allah Swt. berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11:



Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka."

Ayat ini mengingatkan kita bahwa perubahan dapat dimulai dari diri sendiri. Jika ingin melihat lingkungan yang lebih baik, kita harus memulainya dari tindakan sehari-hari.

Kita dapat mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, mengelola sampah dengan baik, serta menjaga dan melestarikan alam. Semua itu merupakan bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Jemaah yang dirahmati Allah,

Ada sebuah hadis yang relevan dengan tema kita. Rasulullah saw. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud:



Artinya: "Jika kiamat telah tiba dan di tangan salah seorang di antara kalian ada biji pohon, maka hendaklah ia menanamnya jika ia mampu melakukannya sebelum kiamat datang."

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya terus melakukan kebaikan dan memberikan manfaat. Bahkan dalam kondisi yang sangat genting, Rasulullah saw. tetap mengajarkan manusia untuk melakukan usaha yang bermanfaat.

Menanam pohon menjadi salah satu gambaran bahwa menjaga alam merupakan tindakan yang tetap penting. Apa pun kondisi yang dihadapi, kita tetap dianjurkan melakukan ikhtiar untuk menjaga kelestarian bumi.

Jemaah yang dimuliakan Allah,

Allah Swt. juga mengingatkan kita dalam Surah Ar-Rum ayat 9:



Artinya: "Bukankah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Para rasul telah datang kepada meeka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Allah sama sekali tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi dirinya sendiri."

Ayat ini menjadi peringatan agar kita tidak mengulangi kesalahan yang menyebabkan kerusakan. Bumi yang telah Allah Swt. berikan kepada manusia merupakan amanah yang harus dijaga dan dirawat.

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Perubahan iklim merupakan tantangan besar yang membutuhkan usaha bersama. Namun, setiap individu juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan.

Kita dapat memulainya dengan menghemat energi, menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta mendaur ulang barang yang masih dapat dimanfaatkan.
 
Sebagai umat yang beriman, kita harus menyadari bahwa bumi adalah amanah dari Allah Swt. Tugas kita sebagai khalifah di bumi adalah menjaga dan merawatnya. Tanggung jawab tersebut bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

Semoga Allah Swt. memberikan kita kekuatan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang peduli terhadap alam.

Khotbah Kedua



(Siti Nahdia Usman)

(Riza Aslam Khaeron)