Ilustrasi penerbangan komersil. (Anadolu Agency)
AS Berlakukan Sanksi Penerbangan Baru terhadap Sejumlah Maskapai Iran
Muhammad Reyhansyah • 29 May 2026 12:37
Washington: Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan Washington akan menghentikan akses maskapai-maskapai Iran terhadap hak pendaratan, layanan pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket sebagai bagian dari langkah tekanan baru terhadap Tehran.
Dalam unggahan di platform X pada Kamis, 28 Mei 2026, Bessent menyatakan kebijakan tersebut akan diberlakukan tanpa menjelaskan lebih lanjut maskapai mana yang menjadi sasaran.
“Kami akan menghentikan akses kedua maskapai Iran terhadap hak pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket,” tulisnya, dikutip dari TRT World.
Ia juga memperingatkan bahwa hanya hasil negosiasi yang memuaskan yang dapat menghentikan memburuknya hubungan antara kedua negara.
Bessent tidak menyebut nama maskapai yang dimaksud. Namun, maskapai nasional Iran, Iran Air, sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Departemen Luar Negeri AS, sementara Mahan Air juga pernah menjadi target sanksi Washington.
Meski demikian, dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari yang sama, Bessent mengatakan Amerika Serikat tidak akan membatasi perjalanan untuk kepentingan keagamaan.
“Kami tidak akan membatasi pergerakan untuk alasan keagamaan, sehingga warga Iran yang ingin menunaikan ibadah ke Makkah atau Madinah akan tetap diizinkan,” katanya.
Ia menambahkan pengecualian juga akan diberikan untuk alasan kemanusiaan yang sah.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap otoritas baru Iran yang mengelola tarif pelayaran di Selat Hormuz, yaitu Persian Gulf Strait Authority.
Iran sebelumnya memperketat kontrol atas Selat Hormuz setelah perang AS-Israel melawan Tehran yang dimulai pada 28 Februari. Jalur pelayaran strategis tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia dan gangguan di wilayah itu telah mendorong kenaikan biaya energi global.
Meskipun gencatan senjata berlaku sejak 8 April dan upaya mediasi Pakistan masih berlangsung, pasukan AS dan Iran dilaporkan kembali saling melancarkan serangan pada Kamis.
Baca juga: Iran Sebut Laporan Finalisasi Kesepakatan dengan AS Tidak Akurat