Hewan Kurban Masuk Bengkulu Wajib Punya Surat Keterangan Sehat

Aktivitas jual beli pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu, Selasa, 26 Mei 2026. ANTARA/Anggi Mayasari

Hewan Kurban Masuk Bengkulu Wajib Punya Surat Keterangan Sehat

Silvana Febiari • 26 May 2026 13:43

Kota Bengkulu: Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mewajibkan masyarakat yang membawa hewan ternak masuk ke wilayahnya dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)  menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Dokumen tersebut harus ditandatangani oleh dokter hewan berwenang.

Dokumen kesehatan hewan sangat penting untuk memastikan ternak yang beredar dan masuk ke wilayah Kota Bengkulu bebas dari berbagai penyakit hewan menular.

"Pemerintah mengimbau masyarakat dan panitia kurban agar memastikan seluruh hewan kurban memiliki SKKH yang telah ditandatangani dokter hewan," terang Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu Henny Kusuma Dewi, dilansir dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026. 
 


Untuk itu, pengawasan dilakukan guna mencegah penyebaran sejumlah penyakit berbahaya pada hewan ternak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jembrana, maupun penyakit ngorok di Kota Bengkulu.

Kemudian, DKPP Kota Bengkulu juga terus memantau lalu lintas hewan ternak yang masuk menjelang Iduladha guna meminimalisir potensi penyebaran penyakit hewan menular. Langkah ini dilakukan demi menjaga kualitas hewan kurban yang akan disembelih masyarakat.

Sementara itu menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah pada 27 Mei 2026, harga daging sapi di Pasar Tradisional Modern (PTM) dan Pasar Minggu Kota Bengkulu terpantau stabil yaitu Rp140 hingga Rp150 ribu per kilogram.

Stabilnya harga daging sapi sejak perayaan Idulfitri 1447 hijriah disebabkan karena sepinya aktivitas pembelian dari masyarakat. Permintaan daging belum mengalami peningkatan signifikan.

"Kondisi harga daging sapi di pasar saat ini masih relatif normal dan belum menunjukkan lonjakan pembeli seperti biasanya menjelang hari besar keagamaan," kata salah seorang pedagang daging di PTM Kota Bengkulu Nopri.


Sapi kurban, ilustrasi pexels


Hal senada juga disampaikan oleh pedagang daging di Pasar Minggu yaitu Heri. Selain minimnya pembeli, para pedagang juga mulai mengalami kesulitan mendapatkan stok daging sapi dari pemasok.

Jika kondisi keterbatasan stok terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, maka bukan tidak mungkin harga daging sapi di pasaran akan mengalami kenaikan. "Sekarang stok daging agak susah didapat. Kalau kondisi ini terus terjadi, kemungkinan harga daging bisa naik menjelang Iduladha nanti," sebut dia.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar pasokan daging sapi dapat kembali lancar. Tujuannya agar harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Iduladha dapat terpenuhi.

(Silvana Febiari)