Gempa Dangkal di Kupang Dipicu Aktivitas Subduksi

ilustrasi-medcom.id

Gempa Dangkal di Kupang Dipicu Aktivitas Subduksi

Silvana Febiari • 26 July 2026 21:14

Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi yang mengguncang wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, pukul 18.57 WITA merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama menjelaskan episentrum gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer timur laut Kupang. Gempa tersebut berlokasi pada koordinat 10,16 derajat Lintang Selatan dan 123,77 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 44 kilometer.

"Hasil analisis menunjukkan gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi. Mekanisme sumber gempa berupa sesar naik (thrust fault)," kata Arief, dilansir dari Antara, Minggu, 26 Juli 2026. 
 


Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa mencapai skala V MMI di Sulamu, Fatuleu Barat, Kupang Timur, dan Kota Oelamasi. Pada skala tersebut, getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk dan sejumlah benda dapat terjatuh atau bergeser.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Kota Kupang, So'e Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Ba'a Kabupaten Rote Ndao. Getaran pada skala ini dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan sebagian warga dilaporkan berhamburan keluar bangunan.


Peta guncangan gempa di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dokumentasi/ BMKG)


Hingga pukul 19.24 WITA, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa serta terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal komunikasi resminya.

(Silvana Febiari)