SURGE Terbitkan Samurai Bond Rp2,4 Triliun Lewat WEAVE

Ilustrasi yen Jepang. Foto: Xinhua/Zhang Xiaoyu.

SURGE Terbitkan Samurai Bond Rp2,4 Triliun Lewat WEAVE

Husen Miftahudin • 29 July 2026 14:50

Jakarta: PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) melalui anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE), berhasil menerbitkan Samurai Bond senilai 21,4 miliar yen atau sekitar Rp2,4 triliun di pasar modal Jepang.

WEAVE merupakan operator layanan fixed broadband Starlite FTTH yang 49 persen sahamnya dimiliki NTT East Group. Penandatanganan transaksi dilakukan pada Jumat, 24 Juli 2026, sedangkan seremoni penerbitan digelar di Tokyo pada Rabu, 29 Juli 2026.

Penerbitan obligasi tersebut menjadi tonggak penting bagi SURGE dalam memperluas akses terhadap pasar pendanaan internasional sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap prospek industri infrastruktur digital Indonesia.

Direktur Utama PT Integrasi Jaringan Ekosistem Hendrik Tee mengatakan penerbitan Samurai Bond menjadi pengakuan internasional atas fundamental bisnis dan tata kelola perusahaan.

"Keberhasilan penerbitan Samurai Bond ini adalah pengakuan internasional terhadap fundamental bisnis WEAVE, disiplin pengelolaan keuangan, dan tata kelola perusahaan yang baik. Pendanaan ini memperkuat struktur permodalan Perseroan sekaligus memperluas akses kami terhadap sumber pembiayaan global," ucap Hendrik dari keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.

"Dengan dukungan investor internasional, kami akan mempercepat pembangunan jaringan fixed broadband nasional agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan internet berkecepatan tinggi dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau," kata Hendrik menambahkan.

President and CEO NTT East Corporation Naoki Shibutani menyatakan penerbitan Samurai Bond menjadi model pendanaan baru yang menghubungkan pasar modal Jepang dengan perusahaan bertumbuh di Indonesia.

"Sebagai pemegang saham sebesar 49 persen di WEAVE, NTT East Group menyambut baik keberhasilan penerbitan Samurai Bond ini. Penerbitan ini menunjukkan sebuah model pendanaan baru yang menghubungkan pasar modal Jepang dengan perusahaan-perusahaan bertumbuh di Indonesia," jelas Naoki.

Ia menambahkan, dengan memanfaatkan teknologi dan keahlian operasional infrastruktur telekomunikasi yang dikembangkan di Jepang, NTT East Group akan terus bekerja sama dengan WEAVE untuk mendorong pembangunan infrastruktur telekomunikasi berkualitas tinggi di Indonesia.

"Melalui upaya tersebut, bersama WEAVE, kami akan terus berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan digital melalui perluasan akses terhadap pendidikan dan informasi, sekaligus mendukung pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan," ujar Naoki.
 



(Kiri-kanan: President and CEO of NTT East Corporation Naoki Shibutani; Direktur Utama PT Integrasi Jaringan Ekosistem Hendrik Tee; dan Deputy President, Member of the Board, Head of Global Investment Banking Division, Executive Head of Corporate Business of Daiwa Securities Co. Ltd. Toru Yamamoto. Foto: dok SURGE)
 

Terbagi dalam dua seri obligasi


Penerbitan Samurai Bond terdiri atas dua seri, yakni Japanese Yen Bonds-First Series (2026) senilai 19,4 miliar yen dengan tenor tiga tahun. Kemudian Japanese Yen Bonds-Second Series (2026) senilai dua miliar yen dengan tenor lima tahun.

Transaksi ini ditangani oleh Daiwa Securities Co. Ltd. sebagai sole arranger, sole bookrunner, sekaligus sole underwriter. Sementara itu, obligasi akan dicatatkan di pasar Jepang dengan Mizuho Bank, Ltd. bertindak sebagai agen fiskal.

Sebelum penerbitan obligasi, Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) menetapkan BBB+ Issuer Rating dan BBB+ Issue Rating kepada WEAVE secara mandiri (standalone), tanpa jaminan maupun penguatan kredit dari induk usaha ataupun pihak ketiga.

Peringkat BBB+ termasuk kategori investment grade, yang mencerminkan kemampuan kuat perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan. Penilaian tersebut didukung fundamental bisnis yang sehat, struktur permodalan yang solid, arus kas yang berkelanjutan, disiplin keuangan, serta penerapan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) yang memenuhi standar investor institusional Jepang.

Pencapaian peringkat secara mandiri ini juga mempertegas kualitas profil kredit WEAVE tanpa bergantung pada dukungan pihak lain. Keberhasilan penerbitan Samurai Bond tersebut dinilai menjadi bentuk kepercayaan investor Jepang terhadap kredibilitas perusahaan, kualitas manajemen, transparansi, dan prospek pertumbuhan jangka panjang WEAVE.

Hendrik menambahkan, dana hasil penerbitan Samurai Bond akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure) dalam pembangunan, perluasan, dan pemeliharaan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) serta infrastruktur telekomunikasi pendukung lainnya.

Selain itu, dana juga dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja (working capital), pembiayaan kembali (refinancing), dan keperluan umum perseroan (general corporate purposes).

SURGE menilai diversifikasi sumber pendanaan melalui pasar modal global akan memberikan fleksibilitas keuangan yang lebih besar dalam mendukung strategi ekspansi jangka panjang. Perseroan juga optimistis langkah tersebut dapat mempercepat pemerataan akses digital di Indonesia sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, investor, dan para pemangku kepentingan.

(Husen Miftahudin)