Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter Ancam Perairan Sulut hingga 17 April

Gelombang tinggi. Foto: Ilustrasi Medcom.id

Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter Ancam Perairan Sulut hingga 17 April

Lukman Diah Sari • 13 April 2026 22:25

Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk wilayah peraiaran Sulawesi Utara. Masyarakat diminta mewaspadai tinggi gelombang hingga 2,5 meter.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 17 April 2026," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Maritim Bitung, Ricky D Aror, di Manado, Senin, 13 April 2026, melansir Antara.

Secara umum, kata dia, angin bertiup dari barat dengan kecepatan rata-rata 6 - 15 knot. Sementara kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di perairan selatan Sulawesi Utara.

Kondisi tersebut, menurut dia dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. Dia menyebutkan tinggi gelombang antara 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan selatan Sulawesi Utara dan  wilayah perairan timur Kabupaten Minahasa Utara.


Tampak kapal Saint Mary yang melayani wilayah kepulauan sandar di Pelabuhan Manado. ANTARA/Karel A Polakitan

Kondisi tinggi gelombang serupa juga di perkirakan terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), perairan utara Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Laut Maluku. Ricky menambahkan, BMKG juga memantau Typhoon Sinlaku di utara Papua, akan tetapi tidak berdampak langsung untuk cuaca di Sulawesi Utara.

Dia berharap perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Selanjutnya, kapal tongkang memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, kapal Feri berhati-hati dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)