Menko Airlangga Sebut Implementasi ICA-CEPA Ditargetkan Akhir 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Kemenko Perekonomian

Menko Airlangga Sebut Implementasi ICA-CEPA Ditargetkan Akhir 2026

Eko Nordiansyah • 17 September 2026 11:25

Jakarta: Indonesia dan Kanada mempersiapkan implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang ditargetkan pada akhir 2026.

“Kedua negara optimis dapat mempersiapkan implementasi perjanjian yang dijadwalkan pada akhir tahun ini," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 17 September 2026.

Airlangga menyampaikan hal itu saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Internasional Kanada Maninder Sidhu di sela rangkaian Canada Investment Summit di Toronto, Kanada.

Pertemuan itu membahas persiapan implementasi ICA-CEPA, seiring hubungan dagang kedua negara memasuki tahap setelah ratifikasi menuju pelaksanaan perjanjian.

Airlangga mengatakan hubungan perdagangan Indonesia dan Kanada terus tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 9,13 persen (yoy) sejak 2021.

Total perdagangan kedua negara pada semester I-2025 tercatat sebesar USD3,1 miliar, meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, ICA-CEPA merupakan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan negara di kawasan Amerika Utara.

Perjanjian tersebut sudah ditandatangani Menteri Perdagangan dan disaksikan kepala negara kedua negara pada September 2025.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Tingkatkan ekspor Indonesia ke Kanada

Melalui ICA-CEPA, Kanada akan menghapus atau menurunkan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarif produk Indonesia, sedangkan Indonesia akan melakukan hal serupa untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada.

Implementasi penuh perjanjian tersebut diproyeksikan meningkatkan ekspor Indonesia ke Kanada hingga USD11,8 miliar pada 2030.

Selain perdagangan barang, kedua negara juga melihat peluang kerja sama di sejumlah sektor strategis, seperti hilirisasi mineral kritis, energi bersih, agripangan, perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa keuangan dan digital.

Dalam mempersiapkan implementasi ICA-CEPA, kedua pihak juga sepakat menyelesaikan sejumlah tantangan, termasuk penyesuaian persyaratan standardisasi, praktik keberlanjutan dan ketenagakerjaan, serta peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penguatan infrastruktur logistik dan fasilitasi perdagangan Indonesia juga menjadi perhatian agar pelaku usaha dapat memanfaatkan akses pasar yang terbuka melalui perjanjian tersebut.

Ke depan, Indonesia dan Kanada akan memfokuskan kerja sama pada implementasi konkret ICA-CEPA, termasuk melalui percepatan dialog kerja sama mineral kritis dan kerja sama teknis ekonomi.

"Pertemuan hari ini menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Kanada untuk memastikan ICA-CEPA benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di kedua negara," kata Airlangga.

(Eko Nordiansyah)