Presiden Prabowo Subianto. Foto: dok Metro TV.
Prabowo Beri Tugas Danantara Tarik Investasi dengan 3 Syarat Ini
Eko Nordiansyah • 17 September 2026 17:10
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah berupaya mendorong investasi ke sektor-sektor strategis. Untuk itu, Presiden mensyaratkan tiga hal ini untuk investasi yang dihasilkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
"Saya sudah kasih pengarahan ke Danantara umpamanya, investasi kepada proyek yang satu, menghasilkan devisa. Kedua, menciptakan lapang kerja. Itu dua yang paling vital. Tiga, nilai tambah," kata Presiden Prabowo saat berdialog dengan sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Prabowo mengatakan, nilai tambah dari investasi yang masuk menjadi suatu keharusan. Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang bisa diolah menjadi barang bernilai tinggi.
"Sebagai contoh, kalau kita bikin smelter aluminium di Indonesia, bauksit menjadi alumina, alumina menjadi apa itu, menjadi aluminium, itu kenaikannya luar biasa itu. Anda bisa lihat, ya. Ada yang 32 kali, ada yang 66 kali," jelas dia.

(Ilustrasi. Foto: Dok Danantara)
Buka lapangan kerja baru
Ia menyebut, pemerintah sedang mendorong investasi masuk ke sektor hilirisasi. Sebagai contoh, dengan cadangan bauksit yang besar, Indonesia bisa menarik investasi mencapai USD26 miliar dengan membuka 229 ribu lapangan kerja baru."Jadi, kita perkirakan 2030, dari bauksit ya, itu kita bisa mencapai USD15 miliar-USD16 miliar. Investasi USD26 miliar akan menciptakan 229 ribu lapangan kerja baru. Cadangan bauksit kita ke-6 terbesar di dunia," tegas Prabowo.
Presiden mensyaratkan, seluruh investasi itu harus membangun pabriknya di Indonesia. Tak cuma mengandalkan sumber daya alam, pemerintah juga mendorong transfer teknologi dari investasi yang masuk.
"Panel sel surya, kita sudah punya dua pabrik di Indonesia. Ya kan? Building material, Anda lihat. Bauksit menjadi aluminium, building material 36,9 kali, 40 kali nilai tambah. Yang sekarang tidak ada di Indonesia, ini akan ada di Indonesia. This is our strategy, ini tujuan kita," ungkap dia.