Petugas Gabungan Buka Akses Jalan Tertimbun Longsor di Sidrap

Petugas bersama warga bergotong-royong membersihkan material tanah longsor untuk membuka akses jalan di Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-BPBD Sidrap

Petugas Gabungan Buka Akses Jalan Tertimbun Longsor di Sidrap

Silvana Febiari • 2 June 2026 12:35

Sidrap: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap petugas gabungan masih berjibaku membersihkan material tanah longsor. Upaya tersebut dilakukan untuk membuka kembali akses jalan yang tertimbun menuju Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pembukaan jalur tersebut menjadi prioritas utama penanganan darurat mengingat ruas jalan yang tertutup merupakan akses utama transportasi warga setempat.

"Hingga Senin (1 Juni) tim gabungan masih fokus melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material longsor di ruas jalan yang menjadi akses utama menuju desa terdampak," kata Abdul, dilansir dari Antara, Selasa, 2 Juni 2026. 
 


Dia menjelaskan pembukaan akses jalan dilakukan secara bergotong royong oleh petugas dari instansi terkait bersama warga setempat. Mereka memanfaatkan seluruh peralatan yang ada untuk memastikan distribusi bantuan logistik dan mobilitas warga kembali berjalan normal.

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan tanah longsor itu sendiri dilaporkan terjadi pada Sabtu malam, 30 Mei 2026. Bencana ini dipicu oleh fluktuasi cuaca berupa guyuran hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah perbukitan di Kabupaten Sidrap.

Guguran material tanah kemudian menutup jalur darat di Kecamatan Pitu Riase, sehingga sempat memutus urat nadi transportasi. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan desa setempat menjadi terisolasi.


Petugas bersama warga bergotong-royong membersihkan material tanah longsor untuk membuka akses jalan di Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-BPBD Sidrap


Berdasarkan kaji cepat sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidenreng Rappang, penyumbatan akses jalan dan dampak longsor ini secara akumulatif telah mengganggu aktivitas harian bagi sedikitnya 614 warga.

Selain menyumbat dua titik akses jalan utama, bencana hidrometeorologi basah tersebut juga menyebabkan kerugian materiil. Tercatat sebanyak 221 unit rumah rusak akibat terpapar material longsoran.

(Silvana Febiari)