Menara telekomunikasi milik Mitratel. Foto istimewa.
Mitratel Cetak Laba Bersih Rp545 Miliar, Naik 3,6% di Kuartal I-2026
Husen Miftahudin • 1 May 2026 14:15
Jakarta: PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) mencetak pertumbuhan keuangan yang tetap solid pada kuartal I-2026. Di periode tersebut, emiten penyedia infrastruktur menara telekomunikasi berkode saham MTEL itu membukukan pendapatan sebesar Rp2,29 triliun atau tumbuh 1,4 persen secara tahunan.
Selain itu, perseroan juga meraup laba bersih sebanyak Rp545 miliar atau meningkat 3,6 persen (yoy). EBITDA margin juga tetap terjaga kuat di level 82,7 persen, mencerminkan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan yang berkelanjutan.
Kinerja tersebut ditopang oleh kepercayaan operator seluler terhadap kualitas infrastruktur Mitratel yang juga meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kolokasi sebesar 11,3 persen menjadi 23.006 unit, serta peningkatan tenancy ratio menjadi 1,57x yang menunjukkan semakin optimalnya produktivitas aset.
Di sisi lain, jaringan fiber optic perseroan tumbuh signifikan sebesar 17,3 persen menjadi 72.842 km billable length, memperkuat peran Mitratel sebagai mitra utama dalam pengembangan Fiber-to-theTower (FTTT).
| Baca juga: UNVR Bukukan Laba Rp1,3 Triliun di Kuartal I-2026, Naik 14,1% |
Perluas konektivitas digital
Kinerja Mitratel pada awal 2026 solid, seiring implementasi strategi ekspansi yang terarah untuk memperluas konektivitas digital di seluruh Indonesia. Perseroan terus mempertegas posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital terdepan sekaligus mendukung percepatan program Internet Rakyat melalui pengembangan solusi Fixed Wireless Access (FWA).
Transformasi bisnis Mitratel tidak lagi terbatas pada pembangunan menara telekomunikasi. Perseroan kini mengembangkan model Next Generation TowerCo dengan memperluas layanan beyond tower yang terintegrasi.
Selain penguatan ekosistem FWA berbasis jaringan fiber optic, Mitratel juga tengah memperkuat ekosistem layanannya melalui usulan penambahan kegiatan usaha Power-as-a-Service (PaaS), sebagai bagian dari strategi untuk menghadirkan solusi infrastruktur yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan pengembangan ekosistem terintegrasi, termasuk FWA dan PaaS, merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerataan konektivitas digital nasional.
"Pendekatan ini tidak hanya menghadirkan akses internet yang berkualitas dan terjangkau, tetapi juga memastikan ketersediaan energi yang andal untuk mendukung operasional jaringan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur kelistrikan," ungkap Theodorus dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2026.

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Lanjutkan ekspansi
Dengan struktur permodalan yang sehat dan leverage yang terkendali, Mitratel memiliki fleksibilitas yang memadai untuk melanjutkan ekspansi, baik secara organik maupun melalui peluang anorganik yang selektif sepanjang tahun 2026.
Ke depan, perseroan berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang dari akselerasi penggelaran jaringan 5G di Indonesia. Upaya densifikasi menara, penguatan fiberisasi, serta pengembangan layanan Power-as-a-Service menjadi fondasi penting dalam mendukung kebutuhan kapasitas, keandalan energi, dan latensi rendah yang menjadi karakteristik utama teknologi tersebut.
Di sisi keberlanjutan, Mitratel juga terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dengan skor risiko ESG sebesar 18,8 atau dalam kategori risiko rendah dari Sustainalytics, Perseroan mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi dengan kinerja ESG terdepan di Indonesia.
"Dengan fundamental yang kuat, skala aset yang luas, serta strategi yang terintegrasi, Mitratel optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang sekaligus berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi digital nasional secara berkelanjutan," tegas Theodorus.