Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto: Metrotvnews.com/Fachri.
Kemensos Bentuk Tim Khusus Usut Isu Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
Ficky Ramadhan • 7 May 2026 18:27
Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) membentuk tim khusus untuk menelusuri isu pengadaan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat yang belakangan menjadi sorotan publik. Tim tersebut ditugaskan untuk mendalami seluruh proses pengadaan dan menyampaikan hasil investigasinya dalam waktu sepekan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan tim itu dipimpin oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono juga dimasukkan ke dalam tim tersebut.
"Hari ini kami membuat tim khusus untuk mendalami isu pengadaan yang kita tahu di berbagai pemberitaan dan media sosial. Saya menunjuk Pak Wamen dan Pak Irjen untuk melakukan penelusuran, pendalaman dan melaporkannya dalam minggu depan," kata Gus Ipul dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Gus Ipul, pembentukan tim tersebut dilakukan agar Kemensos memperoleh gambaran menyeluruh terkait isu yang berkembang, khususnya mengenai pengadaan perlengkapan Sekolah Rakyat. Ia menilai berbagai informasi yang beredar di media sosial perlu dicermati secara hati-hati karena belum tentu seluruhnya sesuai fakta.
Oleh karena itu, Kemensos membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik maupun masukan terkait pelaksanaan program tersebut.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan tim khusus akan fokus mendalami proses pengadaan barang dan jasa, terutama pengadaan sepatu dan seragam untuk siswa Sekolah Rakyat, termasuk perlengkapan bagi tenaga pengajar.
"Salah satunya adalah kami menunjuk Pak Wamen dan Pak Irjen untuk melakukan penelusuran, mendalami, sekaligus mendapatkan gambaran yang utuh tentang isu pengadaan barang dan jasa khususnya pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat. Semua sepatu dan seragam tentu untuk siswa Sekolah Rakyat. Ada juga untuk para guru," ungkap Gus Ipul.

Gedung Kementerian Sosial (Kemensos). Foto: Dok. Kemensos.
Ia juga memastikan seluruh proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme lelang sesuai aturan yang berlaku. Pelaksanaan lelang juga dilakukan secara transparan.
"Semuanya itu dilakukan dengan proses yang transparan melalui proses lelang yang semestinya. Namun demikian karena ada hal-hal yang mungkin perlu penjelasan lebih jauh, sekali lagi kami minta Pak Wamen dan Pak Irjen untuk mendalami isu ini dan melaporkannya dalam minggu depan," ujar Gus Ipul.