Ilustrasi pekerja tambang. Foto: Anadolu
Tambang Emas di Perbatasan Kamerun dan Republik Afrika Tengah Runtuh, 100 Orang Tewas
Fajar Nugraha • 20 August 2026 09:29
Baboua: Lebih dari 100 orang tewas ketika sebuah tambang emas rakyat runtuh di Republik Afrika Tengah pada Selasa 18 Agustus 2026.
Seorang jaksa mengonfirmasi terjadinya peristiwa runtuhnya tambang di Desa Zamboye, dekat perbatasan dengan Kamerun. Namun jaksa menyatakan bahwa jumlah korban jiwa dan rincian lainnya masih dalam tahap pendataan.
Rekaman video memperlihatkan para penambang, sebagian besar pria dan wanita muda yang berlumuran lumpur sedang menarik jenazah keluar dari lubang tambang. Sementara puluhan penambang dan pekerja lainnya tampak tersebar di lokasi yang luas itu; beberapa di antaranya berteriak meminta pertolongan.
Dalam sebuah pernyataan, jaksa tersebut mengatakan bahwa upaya penyelamatan masih berlangsung dan penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian serta pihak yang mengelola lokasi tambang tersebut.
Jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah karena masih ada beberapa orang yang hilang dan lainnya terjebak di bawah reruntuhan, ujar Bertrand Be Yangué, anggota dewan pemuda Zamboye.
"Menemukan mereka dalam keadaan hidup akan menjadi sebuah keajaiban," kata Yangue, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 20 Agustus 2026.
"Kami sangat sedih dan terpukul melihat para pemuda dan pemudi tewas setelah datang ke tambang ini demi menyelamatkan keluarga mereka dari keterpurukan ekonomi,” kata Yangue.
Pihak berwenang Kamerun menyatakan kesiapan mereka untuk menerima dan memberikan perawatan medis bagi korban luka yang menyeberangi perbatasan.
Kegiatan pertambangan skala kecil menjadi sumber penghidupan di berbagai wilayah Afrika, namun lemahnya regulasi dan buruknya standar keselamatan sering kali memicu kecelakaan yang merenggut nyawa.