KPR Subsidi Dominasi 10 Ribu Akad Pembiayaan BSN

Ilustrasi. Foto: Magnific.

KPR Subsidi Dominasi 10 Ribu Akad Pembiayaan BSN

Ade Hapsari Lestarini • 25 August 2026 19:58

Bogor: PT Bank Syariah Nasional (BSN) memperkuat ekspansi bisnis pembiayaan perumahan syariah melalui penandatanganan akad massal sebanyak 10 ribu unit secara serentak di seluruh Indonesia.

 
Dari jumlah tersebut, pembiayaan didominasi segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR), terutama KPR subsidi. Langkah ini memperkuat posisi BSN di pasar pembiayaan perumahan sekaligus menjadi bagian dari strategi perseroan memperluas ekosistem perbankan syariah.
 
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan penyaluran pembiayaan tersebut tidak hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis perseroan, tetapi juga menunjukkan peran perbankan syariah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan.
 
"Bagi BSN, 10 ribu akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Pertumbuhan bank harus selalu berjalan seiring dengan peningkatan kemaslahatan dan kemanfaatan nyata bagi masyarakat," kata Alex, dalam keterangan tertulis, Selasa, 25 Agustus 2026.
 

KPR subsidi jadi penopang

 
Dari total 10 ribu akad pembiayaan tersebut, sebanyak 6.550 akad merupakan KPR subsidi, disusul 1.975 akad KPR nonsubsidi. Sementara itu, pembiayaan non-KPR mencapai 1.215 akad dan pembiayaan komersial sebanyak 260 akad.
 
Besarnya porsi KPR subsidi menunjukkan fokus BSN dalam memperluas pembiayaan perumahan bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi perseroan di segmen tersebut.
 
Hingga Juli 2026, BSN telah menyalurkan KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit. Capaian tersebut menempatkan perseroan di posisi kedua secara nasional dalam penyaluran KPR subsidi lintas industri perbankan, baik konvensional maupun syariah, dengan pangsa pasar sekitar 24 persen.
 
Sementara khusus industri perbankan syariah, BSN menguasai sekitar 84 persen pangsa pasar KPR subsidi.

 
Pertumbuhan bisnis perumahan tersebut turut ditopang oleh kinerja keuangan perseroan. Hingga 31 Juli 2026, total aset BSN mencapai Rp81,1 triliun, tumbuh 22,2 persen yoy.
 
Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp62 triliun, meningkat 25,7 persen yoy. Pada saat yang sama, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp64,1 triliun, tumbuh 14,8 persen yoy.
 
Pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aset dan DPK menunjukkan ekspansi intermediasi yang menjadi salah satu penggerak utama bisnis BSN.
 

Perluas ekosistem pembiayaan

 
Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta menambahkan, penguatan bisnis pembiayaan juga diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
 
"Akad massal ini adalah wujud nyata misi BSN untuk menghadirkan 10 ribu kebahagiaan dan senyuman bagi keluarga Indonesia yang salah satunya bisa mewujudkan impian memiliki rumah yang berkah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi langkah strategis BSN untuk terus mendorong peningkatan literasi dan perluasan inklusi ekonomi dan keuangan syariah," ujar Yut Penta.
 
Selain memperbesar penyaluran pembiayaan, BSN mengembangkan ekosistem digital melalui aplikasi Bale Syariah by BSN. Hingga akhir Juli 2026, aplikasi tersebut telah memiliki lebih dari 225.000 pengguna, dengan akumulasi transaksi lebih dari dua juta transaksi dan volume transaksi mencapai Rp4,88 triliun.
 
Layanan digital tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran angsuran KPR dan transaksi harian hingga QRIS serta transaksi sosial syariah seperti zakat, infak, dan sedekah.
 
Dari sisi jaringan bisnis, BSN telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 4.000 pengembang perumahan dan 3.000 notaris. Perseroan juga bersinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, Danantara Indonesia, serta pemerintah daerah.
 
Penguatan jaringan tersebut menjadi bagian dari strategi BSN untuk membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang terintegrasi, sekaligus memperluas penetrasi layanan perbankan syariah.
 
Dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 25,7 persen dan pangsa KPR subsidi sekitar 24 persen secara nasional, ekspansi pembiayaan perumahan menjadi salah satu tumpuan BSN dalam memperbesar skala bisnis setelah genap satu tahun beroperasi sebagai bank umum syariah.

(Ade Hapsari Lestarini)