Pesawat CN 235 karya PTDI. Foto: PTDI
Spesifikasi CN 235, Pesawat Indonesia yang Jadi Incaran Banyak Negara
Muhamad Marup • 19 August 2026 18:20
Jakarta: Belum banyak orang yang tahu Indonesia masuk dalam jajaran produsen pesawat terbang. Salah satu yang jadi incaran banyak negara adalah pesawat CN 235.
Beberapa negara yang pernah memesan pesawat CN 235 mulai dari Brunei Darussalam, Malaysia, Pakistan, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Burkina Faso, Afrika hingga Senegal.
Melansir situs PT Dirgantara Indonesia (PTDI), salah satu jenisnya yaitu CN 235-220, cocok sebagai solusi terbaik untuk berbagai kebutuhan dari operator sipil maupun pemerintah di segmen kelas pesawat ringan-sedang.
Berikut sejarah spesifikasi dan keunggulan Pesawat CN 235.
Sejarah CN 235
Pada 17 Oktober 1979, Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN, yang sekarang PTDI) dan Construcciones Aeronáuticas SA (CASA, sekarang Airbus Defense & Space) mendirikan perusahaan baru, Aircraft Technology (Airtech) untuk mendesain CN235. Pesawat multiguna baru ini memiliki kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL), ramp door untuk memudahkan keluar/masuk barang, dan karakteristik biaya perawatan rendah.Prototipe pertama "Elena" yang diproduksi oleh CASA melakukan penerbangan perdananya pada 11 November 1983 dan prototipe kedua "Tetuko" yang diproduksi oleh IPTN terbang untuk pertama kalinya pada Desember 1983. Produksi serial dimulai pada 1986 untuk versi 10 dan 100.
Kemudian PTDI mengembangkan versi yang disempurnakan, seperti versi 110 dan 220; sedangkan Airbus Defense & Space dengan versi 200 dan 300-nya. Hingga saat ini, lebih dari 300 CN235 telah diproduksi dalam banyak versi dengan dua mesin General Electric CT7-9C terbaru (masing-masing memiliki 1.750 SHP).
Dalam kolaborasi untuk tujuan ekspor, PTDI memproduksi outer wings, horizontal stabilizers, vertical fins and doors untuk Airbus Defense & Space; sementara Airbus Defense & Space menghasilkan disassembled noses, disassembled cockpit, and center wings untuk PTDI.
Spesifikasi dan Keunggulan

Pesawat CN 235 karya PTDI. Foto: PTDI
CN235-220 telah mendapatkan pengalaman luas dalam misi komersial, misi sipil, misi bantuan bencana, dan misi non-militer lainnya. Pesawat ini telah digunakan secara luas dalam misi pengangkutan udara harian (terjadwal dan tidak terjadwal), penyebaran dan dukungan logistik untuk pasukan penjaga perdamaian, dan misi lainnya untuk kepentingan masyarakat.
CN 235-220 dapat terbang pada ketinggian hingga 25.000 kaki dengan kecepatan mencapai 237 knots (kts) tanpa kehilangan karakteristik pesawat saat sedang terbang rendah dan juga kemampuan STOL.
Pesawat ini dilengkapi dengan 2 mesin termutakhir turboprop General Electric GE CT7-9C dengan masing-masing mampu mengeluarkan tenaga sebesar 1.750 SHP. Di kelasnya, CN 235-220 memiliki kemampuan manuver yang sangat baik, dengan respon mesin yang sangat baik memiliki kemampuan hot and high performance yang luar biasa.
Kemampuan-kemampuan tersebut mengurangi penggunaan bahan bakar dan membuat pesawat ini bisa terbang sampai 11 jam.
CN235-220 yang telah terbukti merupakan solusi berbiaya terendah untuk memenuhi kebutuhan dan persyaratan berbagai lembaga pemerintah dan nonpemerintah untuk kelas pesawat ringan-menengah. CN 235-220 dapat mengangkut beban maksimal hingga 4.700 Kg ataupun dengan jumlah penumpang sebanyak 40 orang.
CN 235-220 untuk pesawat angkut militer mengalami peningkatan dalam desain, aplikasi teknologi dan metode manufaktur untuk memenuhi standar dengan kualitas tertinggi untuk memenuhi kebutuhan operasional dan berbagai lingkungan yang menantang. Untuk kebutuhan misi spesial, CN 235-220 dapat menawarkan berbagai kemampuan misi Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) seperti:
- Patroli Perbatasan dan ZEE
- Kontrol Perikanan Ilegal
- Kontrol Polusi Laut
- Perlindungan Maritim / Lingkungan
- Kontrol Anti Penyelundupan
- Kontrol Imigrasi
- Pencarian dan Penyelamatan