Petugas keamanan lakukan menargetkan pos pemeriksaan di Pakistan. Foto: Anadolu
Serangan Maut di Pos Pemeriksaan Polisi Pakistan Menewaskan 15 Orang
Fajar Nugraha • 30 July 2026 14:49
Islamabad: Sebuah serangan yang menargetkan pos pemeriksaan di Pakistan utara pada Rabu, 29 Juli, menewaskan sedikitnya tujuh personel polisi dan delapan tersangka teroris, menurut laporan media lokal, hanya beberapa hari setelah bentrokan serupa menewaskan puluhan orang.
“Serangan Rabu malam itu terjadi di Distrik Hangu, yang terletak di provinsi perbatasan utara Khyber Pakhtunkhwa,” lapor Geo News, mengutip kepala polisi distrik, Tariq Habib, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 30 Juli 2026.
“Dua puluh dua personel polisi lainnya terluka dalam insiden tersebut,” kata Habib, menambahkan bahwa operasi penyisiran telah diluncurkan di daerah tersebut.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah kelompok militan tak dikenal menyerang pos pemeriksaan lain di Distrik Tank, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Provinsi tersebut, yang berbatasan dengan Afghanistan, terus dilanda kekerasan yang meningkat oleh kelompok ekstremis Tehreek Taliban Pakistan (TTP). Dalam serangan Jumat lalu, militan menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke pos pemeriksaan keamanan, menewaskan 15 orang, termasuk tentara militer, personel polisi, dan pejabat pemerintah.
Pasukan keamanan menembak mati 12 militan dalam insiden tersebut, menurut seorang pejabat militer. Pemerintah Pakistan sebelumnya menyalahkan peningkatan serangan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan selatan pada militan yang berasal dari Afghanistan, meskipun pemerintah Taliban Afghanistan membantah keterlibatan apa pun.
Tuduhan ini telah memicu perselisihan sengit dan konflik bersenjata antara kedua negara tetangga tersebut, dengan Pakistan melancarkan serangan udara mematikan yang diklaim menargetkan basis militan di Afghanistan.
Pemerintah Taliban dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkonfirmasi bahwa puluhan warga sipil tewas dalam serangan udara terbaru Pakistan di Afghanistan timur pada Juni lalu.
(Kelvin Yurcel)