Selat Hormuz ditutup kembali oleh Garda Revolusi Iran. Foto: Anadolu
IRGC Nyatakan Selat Hormuz Ditutup untuk Seluruh Kapal
Muhammad Reyhansyah • 11 June 2026 11:59
Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Selat Hormuz kini ditutup bagi seluruh kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, menyusul serangan terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap wilayah Iran.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui kanal Telegram resminya pada Kamis dini hari, 11 Juni 2026, IRGC mengatakan keputusan tersebut berlaku segera.
"Mulai saat ini, karena situasi keamanan di kawasan, Selat Hormuz dinyatakan ditutup bagi seluruh kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial," demikian pernyataan IRGC, dikutip dari TRT World.
Kelompok elite militer Iran itu juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi selat tersebut akan menjadi sasaran serangan.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar global.
Menurut data keuangan JPMorgan yang dikutip media internasional, lalu lintas kapal yang terlihat melintasi Selat Hormuz selama beberapa bulan terakhir telah turun drastis menjadi sekitar 15 persen dibandingkan tingkat sebelum perang.
Sejak konflik pecah, Iran berulang kali mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melintas tanpa izin dari IRGC.
Bulan lalu, pasukan tersebut bahkan mengeluarkan aturan dan prosedur baru bagi kapal dagang internasional yang ingin melewati jalur pelayaran tersebut.
Menyusul Serangan Terbaru AS
Pengumuman blokade total itu disampaikan setelah IRGC menuduh Amerika Serikat terus melakukan agresi terhadap Iran.Menurut IRGC, keputusan tersebut merupakan respons atas serangan terbaru AS terhadap sejumlah wilayah di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
IRGC juga menolak klaim Washington yang menyebut pelayaran komersial masih dapat berlangsung aman di kawasan tersebut.
Perkembangan ini terjadi setelah media Iran melaporkan serangkaian ledakan, aktivitas pertahanan udara yang intens, serta serangan udara mendadak di sejumlah wilayah selatan Iran, termasuk Bandar Abbas, Minab, Jask, Qeshm, dan Sirik.
Sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah target militer di dalam wilayah Iran.