Ria Mariaty (kanan) dan kedua anaknya, Raisa dan Rinaldi. (Instagram/@rinaldinurpratama)
Riza Aslam Khaeron • 29 November 2025 13:58
Jakarta: Kabar duka datang dari keluarga penyanyi Raisa Andriana. Ibundanya, Ria Mariaty binti Rachmat Ardiwinangoen, meninggal dunia pada usia 65 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru stadium 4. Ia berpulang di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, pada Sabtu (29/11/2025) pukul 07.19 WIB.
Kabar wafatnya Ria Mariaty pertama kali disampaikan oleh putra sulungnya, Rinaldi Nurpratama, melalui unggahan di akun Instagram @rinaldinurpratama.
"Telah berpulang ke rahmatullah: Istri tercinta, Ibu tercinta Ria Mariarty Binti Rachmat Ardiwinangoen," tulis Rinaldi.
Dalam pernyataan itu, Rinaldi mengabarkan bahwa sang ibu akan dimakamkan di rumah duka kawasan Cinere, Jakarta Selatan. Berikut profil singkat Ria Mariaty, ibunda Raisa Andriana dan Rinaldi Nurpratama.
Latar Belakang dan Keluarga
Ria Mariaty berasal dari garis keturunan Sunda dan lahir pada 7 Juli 1960. Ia adalah putri dari Rachmat Ardiwinangoen dan beragama Islam. Dalam berbagai pemberitaan, ia dikenal sebagai istri Allan Nurichsan Rachman yang memiliki garis keturunan Belanda.
Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai dua anak, yakni Rinaldi Nurpratama dan Raisa Andriana. Raisa yang dikenal sebagai penyanyi menjadi salah satu figur publik yang kerap menyebut besarnya peran sang ibu dalam kehidupannya.
Dalam berbagai sumber, Ria Mariaty disebut memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter lembut sekaligus tegas pada diri Raisa. Nilai-nilai rasa Raisa dan Rinaldi tidak lepas dari didikan sang ibu.
"
Compassion, itu yang Ibu ajarkan kepada kami, bukan lewat kata-kata, tapi lewat caranya mencintai, bahkan di tengah sakitnya sendiri," tulis Rinaldi di Instagram, 10 Oktober.
Perjuangan Melawan Kanker Paru-paru
Foto: Ria Mariaty berfoto dengan kedua anaknya ketika dirawat di rumah sakit. (Instagram/@rinaldinurpratama)
Sejak pertengahan 2024, keluarga membawa Ria ke rumah sakit untuk menjalani tes skrining kanker. Beberapa waktu kemudian ia mengalami batuk yang tak kunjung sembuh selama sekitar satu bulan.
Berdasarkan keterangan Rinaldi, saat dibawa kembali ke rumah sakit, ia sempat didiagnosis mengalami infeksi paru-paru dan tuberkulosis (TBC) serta menjalani rawat inap sekitar dua pekan.
Usai keluar dari rumah sakit, Ria mengalami efek samping pengobatan, mulai dari mual, muntah, perut kembung, hingga pusing selama beberapa hari. Keluarga kembali membawanya ke rumah sakit, dan pada Desember 2024 serangkaian pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengidap kanker paru-paru stadium akhir atau stadium 4.
Memasuki 2025, Ria menjalani rangkaian pengobatan kanker, termasuk kemoterapi dan imunoterapi. Menurut penjelasan keluarga, program pengobatan tersebut sempat menunjukkan hasil positif karena sejumlah aktivitas sel kanker berkurang bahkan mengecil.
Pada September 2025, hasil pemindaian lewat PET scan menunjukkan banyak sel kanker yang sudah tidak aktif. Namun, di tengah proses itu, Ria merasakan sesak napas sehingga harus kembali dibawa ke rumah sakit untuk menjalani imunoterapi ke-12.
Kondisinya kemudian memburuk hingga ia dirawat di Unit Perawatan Intensif Tingkat Tinggi (HCU) dan dipasangi ventilator karena kesulitan bernapas, ditambah riwayat asma yang ia miliki.
Setelah pemantauan intensif, dokter menemukan masalah pada saluran pernapasan yang membuatnya harus menjalani prosedur operasi dan dilanjutkan dengan radioterapi. Ria kemudian dipindahkan ke RS Kanker Dharmais pada 25 September 2025 untuk melanjutkan pengobatan.
Dalam salah satu unggahan panjang, Rinaldi menggambarkan betapa kuatnya sang ibu menghadapi seluruh proses itu. Ia menulis bahwa di balik penderitaan dan rasa sakit akibat alat bantu napas, keluarga melihat kekuatan dan daya juang luar biasa dari ibunya yang setiap hari bersemangat menjalani radioterapi dan tindakan medis untuk melawan penyakitnya.
"Sehabis operasi, di saat tubuhnya terbaring lemah, dengan ventilator menempel di dadanya, Ibu tetap berusaha mengangkat tangannya… untuk mengelus rambut anaknya. Masih sempat membelai wajah dan jemari kami, seolah ingin berkata, '
Tenang ya, Nak. Ibu masih di sini'," tulis Rinaldi di Instagram.
Unggahan-unggahan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana Raisa dan saudara-saudaranya berupaya mendampingi sang ibu di tengah masa sulit, serta bagaimana keluarga memandang Ria Mariaty sebagai istri tercinta dan ibu tersayang yang tetap berjuang hingga akhir hayatnya.