Dishub Jatim Matangkan Jalur Trans Jatim Koridor II Malang Raya

Bus TransJatim koridor Malang Raya melintas di Jalan Letjen Wiyono, Kota Malang, Jawa Timur. ANTARA/Ananto Pradana

Dishub Jatim Matangkan Jalur Trans Jatim Koridor II Malang Raya

Daviq Umar Al Faruq • 3 July 2026 15:41

Malang: Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur kini tengah mematangkan pemetaan jalur untuk bus Trans Jatim Koridor II di wilayah Malang Raya. Proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk meminimalisasi potensi penolakan di tengah masyarakat sebelum rute resmi ditetapkan.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten Malang. Langkah selanjutnya adalah melakukan survei lapangan untuk memastikan kelayakan teknis jalur yang nantinya akan dilalui oleh angkutan massal tersebut.

"Di dalam survei kami melihat empat komponen utama, salah satunya menyangkut ada atau tidaknya friksi atau penolakan dari masyarakat," kata Cito, Jumat 3 Juli 2026.

Selain memetakan resistensi warga, Dishub turut mengkaji proyeksi jumlah penumpang serta dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata. Keberadaan halte menjadi fokus utama kajian karena sistem Trans Jatim mewajibkan penumpang untuk naik dan turun di titik yang sudah terstandarisasi.

"Meski permintaan tinggi, kalau luas lahannya tidak mencukupi kan percuma, mengingat konsep TransJatim adalah menaikkan dan menurunkan penumpang," ujar Cito.

Untuk mendukung operasional, Koridor II Malang Raya direncanakan bakal diperkuat oleh 14 unit bus aktif serta satu unit bus cadangan. Skema armada ini disesuaikan agar memiliki kapasitas yang sama dengan pelayanan yang sudah diterapkan pada Koridor I.

Bus Trans Jatim Koridor Malang. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq

Sejauh ini, Dishub Jatim telah mengunci tiga titik krusial sebagai origin-destination utama untuk menghubungkan wilayah tersebut. Titik yang ditetapkan meliputi Terminal Arjosari dan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, serta Terminal Talangagung di Kabupaten Malang.

"Kami sudah melaksanakan dua kali rapat bersama Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kota Malang dan hasilnya menentukan origin destination-nya," ucap Cito.

Menanggapi rencana tersebut, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari, Mega Perwira Donowati, menyatakan dukungan penuh atas kehadiran transportasi publik ini. Ia berharap agar rute layanan dapat diprioritaskan menjangkau Terminal Tipe C Arjosari guna mengoptimalkan konektivitas angkutan kota.

"Arjosari kan ada dua pengelola, ada tipe A dan tipe C. Kemarin waktu rapat terakhir rencananya di terminal tipe C, cuma titiknya di mana kami belum mendapatkan informasi," ujar Mega.

(Lukman Diah Sari)